Menteri PUPR: SDM Milenial Harus Inovatif untuk Jadi Pemimpin

Kementerian PUPR, CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 11:44 WIB
Menteri PUPR: SDM Milenial Harus Inovatif untuk Jadi Pemimpin Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rangkaian acara Peringatan ke-74 Hari Bakti PU di Jakarta, Senin (2/12). (Dok. Kemenpu PR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan persiapan menghadapi era perkembangan pemanfaatan teknologi digital juga harus ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif.

Untuk itu, generasi milenial yang tumbuh di era perkembangan teknologi berperan penting dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur ke depan.


"Di era disrupsi digital dibutuhkan pemimpin yang mampu menjadi pendobrak, yakni yang memiliki tanggung jawab dan komitmen terutama untuk terus berinovasi. Di periode kedua ini, saya ingin meninggalkan organisasi PU yang kredibel yang diisi oleh ratusan pendobrak yang amanah -- dipercaya masyarakat dan pemerintah. Anda semua harapan kami, generasi milenial PUPR," ujar Basuki dalam rangkaian acara Peringatan ke-74 Hari Bakti PU di Jakarta, Senin (2/12).

Basuki melanjutkan, untuk mewujudkan SDM yang unggul tidak cukup hanya dengan menjadi pintar, tapi juga dilengkapi akhlakul karimah karena seluruh pekerjaan membutuhkan kerja sama tim.

"Keberadaan kalian harus membuat orang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi tim. Untuk itu selain memberikan pendidikan dan pelatihan, Kementerian PUPR juga menugaskan generasi muda langsung ke lapangan agar dapat belajar bekerja dalam tim," ujarnya.

Sebagai contoh, saat gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2018 lalu, sekitar 400 insinyur muda PUPR ditugaskan menjadi tenaga pendamping masyarakat dalam membangun kembali rumah yang memenuhi kaidah rumah tahan gempa.

"Kita juga akan kembali menggerakkan ratusan insinyur muda ke seluruh Indonesia untuk membantu pendampingan kegiatan rehabilitasi sekolah dan madrasah," ungkapnya.

Dikatakan Menteri Basuki, generasi milenial PU harus bersyukur karena ditempatkan di sejumlah daerah, agar saat menjadi pemimpin lebih mudah untuk beradaptasi dengan semua kondisi sosial yang berbeda di tiap daerah.

"Saya sendiri merasakan beruntung, merasakan hidup berpindah-pindah kota dan daerah sejak sekolah, sehingga saat menjadi pemimpin dapat lebih adaptif, untuk menghadapi permasalahan di daerah," ujarnya.


Sementara itu, Staf Khusus (stafsus) Presiden dari kalangan milenial Putri Indahsari Tanjung menambahkan bahwa generasi milenial harus kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Semua itu bermuara pada perubahan pola pikir (mindset). Menurutnya, inovasi merupakan proses yang terus berlanjut dan terus berkembang setiap detiknya di era digital.

"Ada enam langkah kunci inovasi, yakni identifikasi permasalahan (identifiy), mencari alternatif ide (ignite), lalu dipelajari rencana atau ide mana yang paling efektif (investigate). Setelah dipelajari dan dipilih, harus diikuti dengan investasi (invest) untuk diterapkan (implement), serta kemudian terus dikembangkan (improve)," ujar Putri.


(fef)