Erick Thohir Lempar Urusan Harley di Garuda ke Sri Mulyani

CNN Indonesia | Selasa, 03/12/2019 17:44 WIB
Erick Thohir Lempar Urusan Harley di Garuda ke Sri Mulyani Erick Thohir dan Budi Karya menyerahkan persoalan dugaan penyelundupan impor komponen motor Harley Davidson bekas kepada Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Erick Thohir melempar penyelesaian dugaan penyelundupan impor komponen motor Harley Davidson bekas yang ditemukan di pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ke Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sebab, menurut Erick, dugaan itu seharusnya masuk dalam pengawasan dan penanganan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Institusi itu ada di bawah pimpinan Sri Mulyani.

"Nanti sama Bu Sri Mulyani. Saya juga belum tahu, masih dipelajari," ujar Erick singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/12).


Senada, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga angkat tangan dengan dugaan kasus penyelundupan itu. Ia juga melempar penyelesaian masalah ke mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.

"Itu domain-nya bea cukai, bukan perhubungan. Silakan bea cukai melakukan sesuai ketentuan hukum, tidak ada hubungan dengan kami," kata Budi Karya.

Ia memberi sinyal bahwa kementeriannya tidak akan melakukan pemanggilan khusus ke manajemen perusahaan pelat merah itu. Sebab, pengusutan akan dilakukan oleh DJBC di bawah pimpinan bendahara negara.

Sementara anak buah Sri Mulyani, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menyatakan tengah menginvestigasi kasus dugaan penyelundupan itu. Ia menargetkan hasil penyelidikan akan rampung dalam kurun satu sampai dua hari.

"Nanti akan ada konferensi pers, lagi lakukan investigasi mendalam. Penjelasan lebih lengkap oleh pimpinan. Investigasi dengan pihak-pihak terkait," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro mengumumkan ada dugaan penyelundupan impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton. Barang-barang itu masuk ke Indonesia melalui pesawat Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia.

Pesawat itu mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu. Pesawat itu membawa 32 penumpang, terdiri dari 10 kru dan 22 penumpang.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 18 kotak bawaan penumpang, di mana 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

(uli/sfr)