Hanya saja, penghematan tidak boleh mengurangi investasi yang bermanfaat untuk ekonomi jangka panjang.
Begitu juga rumah tangga. Ketika pendapatan sedang turun, pengeluaran juga perlu dihemat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengingatkan pemerintah dan pengusaha tak boleh pesimistis dengan situasi global saat ini. Diketahui, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China memang memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi global. Namun, ia percaya hal itu selesai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"Pasti survive. Apa AS bisa perang lebih dari satu tahun? Pasti tidak. Dia akan didemo oleh bangsanya sendiri," jelas Jusuf Kalla.
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, pemerintah dan pengusaha harus berpikir jangka panjang. Artinya, berbagai belanja dan investasi yang dilakukan juga harus mempertimbangkan situasi masa depan.
"Semua bisa diatasi persoalan itu apabila punya pandangan yang luas. Jadi optimisme itu pasti ada dua hingga tiga tahun yang akan datang," pungkas Jusuf Kalla. (aud/agt)