Godaan terjadi karena pegawai DJP seringkali berhadapan dengan masyarakat yang harus membayar pajak dengan nilai jutaan hingga miliaran rupiah. Karena nilai pajak yang besar, tak jarang wajib pajak (WP) mengajak pegawai DJP bekerja sama agar nilai kewajiban yang mereka harus bayar ke negara turun.
"Kalau berhubungan dengan wajib pajak, bagian pemeriksaan menjadi yang paling lemah karena berhubungan dengan wajib pajak yang potensi penerimaannya bisa sampai juta, miliar, triliunan," ungkap Sri Mulyani, (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar pegawai Kemenkeu selalu waspada dan meningkatkan integritasnya. Menurutnya, pegawai sebaiknya juga menganggap Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu atau bagian kepatuhan internal sebagai mitra yang melindungi integritas karyawan.
"Karena manusia itu sering atau kadang-kadang tergoda. Jadi justru kami ini dijaga," kata Sri Mulyani.
"Jadi menurut saya tugas paling benar dari KPK adalah memindahkan sudut pandang masyarakat menciptakan lingkungan yang berbasis kepercayaan. Kalau kebanyakan membawa kekhawatiran nanti terkesan sebagai ancaman," papar Sri Mulyani.
Lagi pula, ia cukup yakin bahwa 95 persen ASN memiliki integritas cukup baik. Artinya, tambah dia, hanya segelintir ASN yang cenderung tergoda melakukan tindakan korupsi.
"Jadi harus memenangkan yang banyak ini. Mereka (ASN) harus percaya sistem KPK ini menjaga saya, jadinya timbul kepercayaan," pungkas Sri Mulyani.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)