Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Augustinus Rinus mengungkapkanhampir 500 unit kapal pinisi yang menawarkan layanan menginap di atas kapal. Kapal wisata, sambungnya, menjadi pilihan menginap bagi turis asing yang ingin mencari pengalaman tidur di atas kapal dengan harga yang murah.
"Wisatawan kami datang, menuju kapal, dan mereka tidur di sana," jelas Augustinus di Manggarai Barat pada awal pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, ia menegaskan pemilik kapal harus mematuhi kewajibannya terhadap pemda. Jika tidak, kapal harus hengkang dari perairan Labuan Bajo.
Kerek Kualitas SDM
Selain penertiban kapal wisata, pemda juga ingin meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat lokal di sektor pariwisata. Saat ini, sebagian kebutuhan tenaga kerja dipasok oleh warga pendatang.
Menurut Augustinus, persoalan kualitas SDM penting untuk diperhatikan. Jika tidak, warga lokal bisa menjadi penonton di daerahnya sendiri.
"Diperkirakan hampir 50 hingga 60 persen tenaga kerja kami bekerja di sektor pariwisata. Ke depan, kalau bisa sampai dengan 70 persen," jelasnya.
Terlebih, pengembangan sektor pariwisata terus digenjot di mana pada 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Manggarai Barat ditargetkan mencapai 550 ribu hingga 1 juta pengunjung. Sebagai pembanding, tahun lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Manggarai Barat baru 168,8 ribu pengunjung, naik 46,6 persen dari tahun sebelumnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr)