"Saya kira, kami ini profesional. Kami tahu bagaimana memisahkan kepentingan pribadi dan negara, maka tidak perlu khawatir. Sudah ada kemampuan untuk memisahkan (kepentingan)," ujar Tahir kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/12).
Orang terkaya ke-7 di Indonesia versi Forbes itu juga janji bakal bertanggung jawab penuh dalam memegang amanah yang diberikan oleh Jokowi. Sebab, jabatan 'kaki tangan presiden' sebenarnya bukan yang pertama kali dipegangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, ia mengaku belum tahu betul apa tugas yang dititipkan Jokowi kepadanya. Sebab, pembagian bidang belum diberikan oleh Ketua Wantimpres Wiranto. Namun, ia ingin memberi masukan terkait pengentasan kemiskinan.
Hal ini, sambung dia, dikarenakan jurang si kaya dan si miskin masih terlalu dalam di Indonesia. "Saya ingin lebih banyak di pengentasan kemiskinan di wilayah desa, itu passion (hasrat). Kalau menurut teori ekonomi, pakai pajak, pajak yang kaya harus dikenakan lebih banyak, itu kan pemerataan. Tapi diharapkan juga swasta bisa isi celah-celah baik di kesehatan dan pendidikan," terang dia.
Pun demikian, Arifin mengaku belum mengetahui bidang yang akan didudukinya. Namun, ia mengaku ingin bisa memberi masukan soal pengentasan masalah penyakit Tuberkulosis alias TBC, meski memiliki latar belakang sebagai pengusaha di bidang energi.
"Karena saya kan pegiat dan pemberantas soal Tuberkulosis, tapi nanti lah, tunggu presiden minta apa. Dari waktu ke waktu saya sampaikan terus sekarang dengan kedudukan jadi tata cara kami sesuaikan," katanya.
Sementara, Putri Kuswisnuwardhani mengaku siap meninggalkan berbagai jabatannya saat ini demi kepentingan jabatan Wantimpres. Salah satunya sebagai Wakil Ketua Kadin Indonesia.
Menurut Putri, Jokowi masih butuh banyak masukan terkait bidang percepatan izin usaha. Hal ini sejalan dengan fokus kepala negara yang ingin meningkatkan aliran investasi dengan kebijakan penyatuan undang-undang alias omnibus law.
"Dengan dulu saya di KEIN, saya banyak serap aspirasi dari pengusaha dan itu bisa jadi modal bagi kami di Wantimpres tentunya punya akses untuk beri masukan yang lebih banyak ke Presiden," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)