"Ini adalah persoalan yang sudah lama sekali. Mungkin, 10 tahun lalu. Problem ini sudah, mungkin, tiga tahun, kami tahu dan ingin menyelesaikan masalahnya. Tetapi, ini bukan masalah yang ringan," ujar Jokowi di Balikpapan, Rabu (18/12).
Saat ini, penyelesaian masalah keuangan di Jiwasraya sudah diserahkan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir. Tak hanya itu, ia juga mempersilakan aparat hukum untuk ikut turun tangan menyelesaikan problem Jiwasraya yang bersinggungan dengan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah mulai terjadi sejak 2006, tapi terus 2011 terus meningkat, karena itu proses restrukturisasi yang dilakukan sampai 10 tahun ini pasti memerlukan waktu," ungkap Erick.
Salah satu yang sempat dikaji, yaitu rencana memasukkan beberapa investor ke anak usaha, PT Jiwasraya Putra. Setidaknya ada lima investor yang digadang-gadang siap masuk, di mana empat di antaranya berasal dari luar negeri dan satu investor dari dalam negeri.
Masalah keuangan Jiwasraya bermula ketika perseroan menunda pembayaran klaim produk saving plan yang dijual melalui tujuh bank mitra (bancassurance) senilai Rp802 miliar per Oktober 2018.
Di tengah penyelesaian kasus Jiwasraya, Kementerian BUMN justru melaporkan indikasi kecurangan dalam tubuh Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, Kementerian BUMN menemukan fakta bahwa ada sejumlah aset perusahaan yang diinvestasikan secara tidak hati-hati (prudent). Selain itu, Jiwasraya juga sempat mengeluarkan produk asuransi yang menawarkan imbal hasil (return) tinggi kepada nasabah.
Hal inilah yang membuat Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas beberapa waktu terakhir sehingga terpaksa menunda pembayaran klaim kepada nasabahnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/bir)