Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi salah satu dari 13 juri sayembara desain ibu kota negara baru. Pernyataan tersebut disampaikannya usai menyaksikan presentasi lima desain terpilih bersama kepala negara.
"Pilihan presiden saya kira luar biasa. Presiden sudah merekomendasikan ke dewan juri karena pengumumannya harus surat dari dewan juri," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, pemenang desain ibu kota negara baru rencananya akan dibawa oleh Kementerian PUPR untuk meninjau lokasi langsung. Sebelumnya, ibu kota negara baru sudah ditetapkan akan berlokasi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan TImur.
"Mereka akan survei bersama tim dari PUPR untuk fine tunning hal-hal yang sifatnya masih kurang lengkap," katanya.
"Iya kita lihat timing dan kebermanfaatannya, jadi tidak semua harus disayembarakan juga. Lain-lain bisa penunjukkan, bisa (berdasarkan) kredibilitas dan pengalaman," terangnya.
Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan beberapa desain terpilih sejatinya sudah memenuhi keinginan pemerintah dari sisi penyediaan transportasi publik yang terintegrasi. Bahkan, beberapa desain memungkinkan penggunaan transportasi ramah lingkungan sesuai keinginan pemerintah.
"Kami kasih guidance, transportasinya tidak berbahan fosil, antar muda terkait, pada sisi hierarki paling rendah orang bisa jalan kaki. Jadi kalau 100 meter, 200 meter, 1 kilometer, orang itu jalan kaki. Ada beberapa yang seperti itu," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)