Pemenang Desain Ibu Kota Pilihan Jokowi Diumumkan 23 Desember

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 20:20 WIB
Pemerintah akan umumkan pemenang desain ibu kota baru pilihan Presiden Jokowi pada 23 Desember 2019 mendatang. Ilustrasi maket desain ibu kota baru. (CNN Indonesia/ Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan rekomendasi pemenang desain ibu kota baru kepada dewan juri. Rekomendasi itu akan ditampung kemudian diputuskan dan diumumkan hasilnya di Kementerian PUPR pada 23 Desember 2019 mendatang.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi salah satu dari 13 juri sayembara desain ibu kota negara baru. Pernyataan tersebut disampaikannya usai menyaksikan presentasi lima desain terpilih bersama kepala negara.

"Pilihan presiden saya kira luar biasa. Presiden sudah merekomendasikan ke dewan juri karena pengumumannya harus surat dari dewan juri," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (20/12).


Kendati begitu, ia enggan memberi bocoran desain seperti apa yang sekiranya akan menjadi pemenang. "Pokoknya keren banget, juaranya keren banget," imbuhnya.

Di sisi lain ia menyatakan ada ruang perubahan tata letak pada desain yang terpilih nanti bila tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Begitu pula dengan ruang pemberian rekomendasi penyempurnaan desain pada tahap konstruksi nanti.

"Nanti ada rekomendasi penyempuraan, si pemenang mungkin 80 persen perfect, kurang 20 persennya diisi dari juara-juara lain yang kami anggap bisa dimasukkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, pemenang desain ibu kota negara baru rencananya akan dibawa oleh Kementerian PUPR untuk meninjau lokasi langsung. Sebelumnya, ibu kota negara baru sudah ditetapkan akan berlokasi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan TImur.

"Mereka akan survei bersama tim dari PUPR untuk fine tunning hal-hal yang sifatnya masih kurang lengkap," katanya.

Sementara terkait desain Istana Negara dan bangunan pemerintahan lain, menurut Ridwan, tidak perlu seluruhnya disayembarakan. Sebab, yang terpenting gagasan besar ibu kota negara sudah ada.

"Iya kita lihat timing dan kebermanfaatannya, jadi tidak semua harus disayembarakan juga. Lain-lain bisa penunjukkan, bisa (berdasarkan) kredibilitas dan pengalaman," terangnya.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan beberapa desain terpilih sejatinya sudah memenuhi keinginan pemerintah dari sisi penyediaan transportasi publik yang terintegrasi. Bahkan, beberapa desain memungkinkan penggunaan transportasi ramah lingkungan sesuai keinginan pemerintah.

"Kami kasih guidance, transportasinya tidak berbahan fosil, antar muda terkait, pada sisi hierarki paling rendah orang bisa jalan kaki. Jadi kalau 100 meter, 200 meter, 1 kilometer, orang itu jalan kaki. Ada beberapa yang seperti itu," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(uli/sfr)