Rupiah Menguat ke Rp13.952 per Dolar AS Pada Akhir Pekan

CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 16:36 WIB
Rupiah Menguat ke Rp13.952 per Dolar AS Pada Akhir Pekan Rupiah menguat ke Rp13.952 per dolar AS di akhir pekan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.952 per dolar AS pada Jumat (27/12) sore. Posisi tersebut menguat sebesar 0,04 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Kamis (26/12).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.956 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Kamis (26/12), yakni Rp13.982 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, ringgit Malaysia dan yen Jepang menguat 0,16 persen, peso Filipina 0,08 persen, serta dolar Singapura menguat 0,06 persen.


Selanjutnya, penguatan juga terjadi pada won Korea sebesar 0,05 persen, baht Thailand 0,03 persen, diikuti oleh dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen.

Sementara itu, pelemahan terjadi pada lira Turki sebesar 0,18 persen, yuan China 0,03 persen, serta rupee India dan dolar Taiwan yang sama-sama melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar terpantau menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,36 persen, dan dolar Australia sebesar 0,16 persen, euro 0,34 persen, serta diikuti dolar Kanada sebesar 0,14 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari spekulasi penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika di awal 2020.

"Hal tersebut mengindikasikan bahwa ekonomi Amerika masih beresiko bermasalah, namun ini berita baik untuk pasar global, sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi global," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (27/12).

[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Ibrahim mengatakan bahwa optimisme pasar kembali meningkat dengan adanya informasi kesepakatan dagang fase I yang akan di tandatangani oleh China dan AS.

Sebelumnya, pihak China mengatakan telah berhubungan erat dengan AS. Respon tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (24/12) lalu, bahwa ia dan Presiden Cina Xi Jinping akan mengadakan upacara untuk menandatangani kesepakatan perdagangan yang baru-baru ini dicapai.

"Ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi global ke depan," ujarnya.

Secara garis besar, Ibrahim pun menilai pasar mata uang global tetap dalam keadaan stabil pada hari ini.

"Aktivitas perdagangan di Jum'at secara keseluruhan sebagian besar tenang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.920 hingga Rp13.970 pada perdagangan Senin (30/12) depan.

(ara/agt)