Nada Tinggi Ketua BPK Saat Dicecar Pertanyaan Soal Jiwasraya

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 15:19 WIB
Nada Tinggi Ketua BPK Saat Dicecar Pertanyaan Soal Jiwasraya Ketua BPK Agung Firman Sampurna meninggikan nada suaranya ketika dicecar pertanyaan soal Jiwasraya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna meninggikan nada suaranya ketika dicecar pertanyaan oleh awak media terkait kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Ia melontarkan jawaban serupa, dengan nada semakin tinggi.

"Besok. Kan saya sudah bilang besok. Besok," ujarnya setelah melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Selasa (7/1).

Kemarin, Agung sempat menyebut akan mengumumkan pernyataan resmi terkait skandal Jiwasraya. Pengumuman itu akan dibacakan Rabu (8/1) esok.

Saat itu, ia mengisyaratkan bahwa terdapat permasalahan yang kompleks dalam kasus gagal bayar yang melibatkan perusahaan asuransi BUMN itu.

"Semua yang terlibat, ini kompleks masalahnya. Tidak seperti yang teman-teman (media) duga. Ini jauh lebih kompleks daripada yang teman-teman bisa bayangkan," imbuh dia.

Hari ini, Agung menemui pimpinan KPK. Ia menyebutkan pertemuan kedua lembaga untuk menandatangani kelanjutan kesepakatan kerja sama mengenai tenaga ahli untuk keperluan investigasi.

"MoU ini diperbaharui dari nota kesepahaman yang dulu pernah kami laksanakan, nota kesepahaman tahun 2006 dengan KPK nomor 1 tahun 2006 dan 22 tahun 2006 tentang hal yg sama," jelasnya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua KPK Firli Bahuri ditemani oleh keempat Wakilnya, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Alexander Marwata yang sudah tiba di Kantor Pusat BPK sejak pukul 11.00 WIB.
[Gambas:Video CNN]
Pertemuan kedua lembaga itu langsung diawali dengan penandatanganan MoU kelanjutan kerja sama antara KPK dengan BPK.

"Antara BPK dan KPK pada hari ini mengawali satu babak baru dalam upaya melakukan pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana korupsi," jelasnya.

Ia mengungkap tidak banyak perubahan dalam klausul di perjanjian yang baru tersebut. Diketahui, kesepakatan kerja sama sebelumnya mengatur terkait tindak lanjut penegakan hukum terhadap hasil pemeriksaan BPK yang berindikasi terhadap kerugian negara dan unsur tindak pidana kepada KPK.

Kemudian, tindak lanjut terhadap permintaan KPK kepada BPK untuk melakukan perhitngan kerugian negara, dan pencegahan tindak pidana korupsi, pertukaran informasi, termasuk koordinasi.

Di saat yang sama, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan terdapat empat poin penting atas kelanjutan kerja sama tersebut.

"Di dalam kerja sama itu ada empat intinya. Antara lain, tentu kami berbagi informasi, karena KPK tahu betul bahwa BPK selalu membuat, dan melakukan investigasi yang rutin maupun gerak tertentu dan itu dibutuhkan," ucap Firli.

Lalu, Firli menyebut berkaitan dengan kerja sama kedua lembaga dalam tenaga ahli. Ia menjelaskan bahwa tenaga ahli BPK dapat menjadi salah satu kekuatan tambahan KPK saat melakukan proses investigasi.

"Ketika KPK melakukan penyelidikan penyelidikan terhadap suatu tindak pidana, maka kami akan kerja sama dan minta bantuan tenaga auditor dari BPK maupun BPKP," tutur dia.

Firli pun mengakui bahwa KPK membutuhkan sumber daya manusia dari BPK, baik dalam urusan investigasi KPK, maupun dalam rangka perhitungan kerugian negara dari perkara-perkara yang ditangani.

"Ini adalah salah satu semangat kami bersama dalam rangka memberantas korupsi dengan titik berat adalah tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara," jelasnya.

kendati demikian, Firli mengakui pertemuan pihaknya dengan BPK tidak membicarakan soal kasus Jiwasraya. "Masalah Jiwasraya itu sudah ditangani aparat penegak hukum kejakasaan, itu tidak masuk pembicaraaan kami," terang dia.

"Masih ada perkara korupsi (lainnya) yang harus kita bicarakan, bukan hanya satu itu. Dan tentu kami akan mendorong aparat penegak hukum kejaksaan untuk menyelesaikan tugas tersebut," pungkasnya.


(ara/bir)