Selain Jiwasraya, BPK Juga Periksa Peran OJK

CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 17:33 WIB
Selain Jiwasraya, BPK Juga Periksa Peran OJK BPK menegaskan tengah memeriksa peran OJK dalam pengawasan terhadap Jiwasraya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menegaskan selain memeriksa laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), pihaknya juga memeriksa peran pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bukan tanpa alasan, mengingat Jiwasraya pernah mendapat disclaimer dari BPK pada 2007 dan opini tidak wajar pada 2017.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengungkapkan Jiwasraya juga melakukan rekayasa akuntansi atau window dressing untuk mempercantik laporan keuangannya. Pada 2017, Jiwasraya membukukan laba Rp360,3 miliar, namun memperoleh opini tidak wajar karena kekurangan pencadangan sebesar Rp7,7 triliun.

"Jadi, BPK juga memeriksa pengawasan OJK, pemilihan dan pengawasan oleh komisaris dan Kementerian BUMN, serta pemeriksaan oleh akuntan publik," ujar Agung, Rabu (8/1).

CNNIndonesia.com mencoba menghubungi Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi, namun keduanya belum memberi respons. 

BPK sendiri melakukan dua pemeriksaan sekaligus terhadap Jiwasraya. Yakni, pertama pemeriksaan atas permintaan Komisi XI DPR untuk mendalami persoalan Jiwasraya, dan kedua, menindaklanjuti hasil pemeriksaan investigasi pendahuluan permintaan Kejaksaan Agung.

Hasilnya, lanjut Agung, Jiwasraya memoles laporan keuangannya menjadi laba dari rugi pada 2006. Puncaknya, ketika kasus gagal bayar mencuat pada Oktober 2018, kerugian perusahaan tercatat Rp15,3 triliun. Namun, ekuitasnya diperkirakan negatif Rp27,2 triliun per November 2019.

"Kerugian itu terutama terjadi karena Jiwasraya menjual produk saving plan dengan cost of fund (biaya dana) yang sangat tinggi, di atas bunga deposito dan obligasi. Kemudian, dana itu diinvestasikan pada instrumen saham dan reksa dana berkualitas rendah," kata Agung.

Hasil lainnya, ia melanjutkan BPK mengendus ada kongkalikong manajemen Jiwasraya bersama perusahaan manajer investasi dalam penempatan sejumlah dana di instrumen reksa dana.

"Pemeriksaan BPK sedang menganalisis prediksi itu, namun hal ini belum final dan dapat berkembang sesuai bukti-bukti yang dikumpulkan dalam pemeriksaan BPK selanjutnya. Pihak-pihak terkait adalah direksi, general manager, dan pihak lain di luar Jiwasraya," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)