Jokowi Tugasi Dubes Cari Investor dan Buka Pasar Ekspor

CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 11:27 WIB
Jokowi Tugasi Dubes Cari Investor dan Buka Pasar Ekspor Presiden Jokowi menugaskan para dubes menjadi duta ekspor dan investasi. (Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan para duta besar (dubes) Indonesia untuk negara sahabat menjadi duta investasi dan ekspor. Jokowi ingin kegiatan diplomasi para perwakilan RI itu fokus pada sektor ekonomi yang sedang diperlukan saat ini.

Hal itu Jokowi sampaikan dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1).

"Penting sekali para duta besar ini, sebagai duta investasi. Yang pertama sebagai duta investasi," kata Jokowi.


Jokowi mengatakan duta besar harus mengetahui bidang investasi apa yang saat ini dibutuhkan. Pertama, katanya, investasi di sektor yang berkaitan dengan barang substitusi impor.

Kedua, investasi di sektor energi mengingat sampai saat ini Indonesia masih impor minyak dan gas (migas). Jokowi ingin para duta besar bisa mencari investor yang bisa memproduksi kedua komoditi tersebut.

"Jangan senang kita impor gas terus, atau impor minyak terus," ujarnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu lantas menyinggung soal batu bara. Ia menyatakan produksi batu bara RI berlimpah. Menurutnya, batu bara bisa diubah menjadi DME LPG.

Jokowi menyebut para duta besar bisa mencari dan mendatangkan investor yang memiliki teknologi mengubah batu bara menjadi DME LPG. Hal ini dilakukan agar Indonesia tak lagi mengimpor gas LPG.

"Material kita batu bara banyak sekali. Negara-negara yang jago-jago siapa, yang berkaitan dengan ini siapa, ini yang kita cari," ujarnya.

Kemudian untuk komoditas minyak. Kepala negara menyatakan Indonesia memiliki hasil minyak kelapa atau kopra yang juga banyak. Menurutnya, bahan mentah itu bisa diubah menjadi avtur. Ia ingin para duta besar juga mencari investor yang bisa memproduksi itu.

"Karena avtur kita ini juga impor, banyak sekali," tuturnya.

Jokowi menyebut produk kelapa sawit atau CPO Indonesia juga berlimpah. Produk ini bisa diubah menjadi B20, B30, B50, hingga nantinya menjadi B100. Untuk itu, ia meminta agar para duta besar juga mencari investor yang mau memproduksi CPO menjadi B50 sampai B100.

"Jadi ekspor kita tidak bahan raw material (mentah) lagi, udah enggak zamannya lagi ekspor yang namanya batu bara, ekspor yang namanya bahan mentah kopra, ekspor yang namanya CPO, Kita ingin ekspor kita dalam bentuk barang barang, minimal setengah jadi atau kalau bisa barang jadi," katanya.

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta para duta besar menjadi duta ekspor. Ia meminta para duta besar melihat potensi pasar di setiap negara sahabat agar barang-barang produksi Indonesia bisa masuk.

Mantan wali kota Solo itu ingin duta besar membuka pasar baru, seperti di negara-negara kawasan Afrika, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur.

"Yang saya senang sebetulnya kita bisa masuk ke pasar-pasar di Afrika. Yang banyak itu produknya usaha kecil menengah bisa masuk ke sana, kenapa? Untuk urusan kualitas masih belum memiliki standar yang sangat ketat," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/sfr)