Airlangga: AS Berminat Gabung dalam Dana Abadi RI

CNN Indonesia | Jumat, 10/01/2020 15:34 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut AS berminat mengucurkan investasi untuk pengelola dana abadi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut AS minat kucurkan investasi untuk pengelola dana abadi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Amerika Serikat berminat mengucurkan investasi untuk pengelola dana abadi (sovereign wealth fund/ SWF) yang sedang disusun pemerintah.

Kucuran modal itu masuk lewat International Development Finance Corporation (IDFC), sebuah lembaga baru pengganti Overseas Private Investment Corporation (OPIC) dan Development Credit Authority (DCA).

"Mereka juga berminat untuk berpartisipasi di bidang sovereign wealth fund dan mereka siap untuk bekerja sama dengan SWF lain termasuk negara lain," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/1).


Airlangga ikut dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan CEO DFC Adam Boehler, di Istana Merdeka. Ia menyebut DFC bakal menyediakan dana sebesar US$5 miliar untuk Indonesia.

"Nilai tersebut termasuk semacam shift capital. Bisa multiplier 4-5 kali," ujarnya.

Ketua Umum Partai Golkar itu meyakini investasi US$5 miliar itu bisa mengundang sekitar US$20 miliar. Namun, ia proyek yang akan mendapat kucuran dana itu masih perlu diidentifikasi kembali.

Airlangga menjelaskan pembentukan dana abadi ini merupakan bagian dari Omnibus Law. Menurutnya, pembentukan SWF akan menunggu sidang pertama di masa sidang DPR tahun ini.

Ia menargetkan pembahasan aturan turunannya dapat diselesaikan dalam enam bulan ke depan dan setelah itu SWF baru bisa dibentuk.'

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku masih mengkaji aturan pembentukan lembaga pengelola dana abadi sebagai sumber pembiayaan. Dana abadi akan berasal dari investor asing.

Saat ini, sambungnya, pemerintah tengah melihat kesesuaian aturan pembentukan lembaga pengelola dana abadi dengan aturan yang berlaku di dalam negeri. Tujuannya, agar tidak ada tumpang tindih aturan ke depan.

[Gambas:Video CNN] (fra/age)