Sri Mulyani Pilih-pilih Proyek untuk Kejar Dana Abadi Rp280 T

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 20:04 WIB
Menkeu Sri Mulyani sedang memilih proyek yang bisa ditawarkan kepada investor untuk lembaga pengelola dana abadi. Menkeu Sri Mulyani sedang memilih proyek yang bisa ditawarkan kepada investor untuk lembaga pengelola dana abadi. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah memilih proyek-proyek yang sekiranya bisa ditawarkan kepada investor yang tertarik mengalirkan investasinya ke lembaga pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF).

Pemilihan proyek dilakukan karena beberapa pihak sudah menyatakan minatnya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Jokowi mengklaim jumlah aliran dana yang bisa digaet mencapai US$20 miliar atau setara Rp280 triliun (berdasarkan kurs rupiah Rp14 ribu per dolar AS).

"Nanti kami lihat dulu SWF-nya dan apa yang berminat. Tapi proyek bisa macam-macam," ujar Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/1).


Sebelumnya, bendahara negara pernah mengatakan bahwa lembaga pengelola dana abadi ini bertujuan untuk mengelola investasi yang masuk ke Tanah Air. Dana investasi itu akan digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur hingga perumahan.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada contoh proyek pasti yang sekiranya bisa mendapatkan aliran dana dari SWF. Menurutnya, hal ini karena pemerintah sendiri masih perlu waktu untuk mematangkan dasar hukum dalam rangka pembentukan lembaga.

"Kami sedang antara menteri membahas dari segi undang-undang yang ada dan ukuran fleksibilitas, kami akan cari rumusan yang tepat," ungkapnya.

Menurutnya, lembaga pengelola dana abadi itu nantinya bisa berkedudukan seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, bila perlu kewenangan yang lebih spesifik, maka ia akan menyesuaikannya dengan aturan yang berlaku.

"Soal korporasi sama seperti kedudukan BUMN. nanti kita coba pelajari lagi supaya bisa terakomodasi," katanya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan banyak pihak yang tertarik dengan rencana ini. Mulai dari Amerika Serikat, Jepang, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Bahkan, UEA mengaku siap memberi kontribusi yang paling besar ketimbang dua negara lain.

Saat ini, Indonesia sebenarnya sudah memiliki lembaga pengelola dana abadi, namun dibatasi untuk tujuan tertentu. Pemerintah membagi pengelolaan dana abadinya untuk Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN), Dana Abadi Penelitian, serta Dana Abadi Kebudayaan dan Dana Abadi Perguruan Tinggi.

[Gambas:Video CNN] (uli/age)