Karangan Bunga Loyo untuk Erick Bongkar Kasus Jiwasraya

CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 06:00 WIB
Karangan Bunga Loyo untuk Erick Bongkar Kasus Jiwasraya Atasi masalah Jiwasraya dan korupsi di BUMN, Erick Thohir kebanjiran karangan bunga dukungan. (Foto: CNN Indonesia/Wella Andany)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iwan Satpam Kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendadak sibuk. Pasalnya, sejak pagi, kantornya menerima banyak karangan bunga.

Dari pengamatan CNNIndonesia.com, sejak pagi sekitar pukul 8 pagi hingga sore Kamis (16/1), tak kurang dari 10 karangan bunga datang ke Kantor Kementerian BUMN.

Meski berbeda warna, pesan karangan bunga tersebut senada; mengapresiasi kerja Menteri BUMN Erick Thohir dalam menindaklanjuti kasus gagal bayar yang menimpa nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).  Apresiasi salah satunya diberikan oleh Barisan Pegawai Pelat Merah Indonesia (P3MI).


Barisan tersebut bahkan siap membantu Erick membersihkan BUMN lain dari korupsi.
"Bersama Erick Thohir Siap Bersih-Bersih BUMN Dari Koruptor & Komprador," tulis mereka dalam karangan bunga tersebut.

Karangan bunga lainnya yang didominasi oleh merah dan putih bagai bendera negara tertuju kepada Erick dan Kejaksaan Agung. Karangan bunga dikirim oleh Masyarakat Transparansi Keuangan Indonesia dengan pesan: Demi Nasabah, Kejar Aset Koruptor Jiwasraya, Pak Menteri & Pak Jaksa!

Pesan lebih garang disampaikan Aliansi Masyarakat Indonesia Tanpa Korupsi. "Yang Gusar Itu yang Kita Hajar! Pukul Balik Koruptor Di Bumi Pak Erick".

Para korban atas kasus ini yang tergabung dalam Aliansi Nasabah Jiwasraya juga tak mau ketinggalan. Tampak sebuah karangan bunga yang tertulis kan "Kami Butuh Uang Kembali, Bukan Politisasi Seperti Kasus Century".
Karangan bunga milik Forum Komunikasi Pekerja Agen Asuransi Jiwasraya tampak sudah loyo diterjang angin Jakarta. Sebuah pesan tertulis di karangan bunga berwarna cerah tersebut: Kami Mendukung Sikap Tegas Menteri BUMN Menuntaskan Kasus PT. Asuransi Jiwasraya.

Pengiriman karangan bunga tersebut bukan kali pertama terjadi di kantor Erick. Pada Desember 2019, Erick juga mendapatkan banyak karangan bunga dari para Awak Kabin Garuda Indonesia.

Karangan bunga diberikan sebagai apresiasi mereka setelah Erick mencopot mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Pencopotan dilakukan karena Ari melakukan penyelundupan atas motor Hayley Davidson melalui fasilitas negara yaitu Garuda Airbus A330-900.
(well/agt)