Boeing Setop Sementara Produksi 737 MAX

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 12:37 WIB
Boeing memberhentikan sementara produksi pesawat 737 MAX hingga waktu yang belum ditentukan. Boeing memberhentikan sementara produksi pesawat 737 MAX hingga waktu yang belum ditentukan. (AFP Photo/Jim Watson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing memberhentikan sementara produksi pesawat 737 MAX. Boeing belum mengumumkan batas waktu pemberhentian produksi pesawat tersebut.

Dikutip dari CNNBusiness, Boeing tidak akan memberhentikan pekerjanya karena penutupan produksi pesawat terlarisnya tersebut.

Namun, pemberhentian dari rantai pasokan produksi diprediksi dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. 'Shutdown' yang dilakukan Boeing diharapkan dapat memulihkan perusahaan dari krisis.


Dalam sebuah pernyataan dari Federal Aviation Administration (FAA) mengungkap prioritas pertama lembaga tersebut adalah keselamatan. Sehingga lembaga tersebut akan mengikuti proses menyeluruh untuk memverifikasi bahwa semua modifikasi yang diusulkan pada Boeing 737 MAX memenuhi standar sertifikasi tertinggi.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa pihaknya terus bekerja dengan regulator keselamatan lainnya untuk meninjau pekerjaan Boeing karena perusahaan melakukan penilaian keselamatan yang diperlukan dan mengatasi semua masalah yang muncul selama pengujian.

FAA tidak menetapkan jangka waktu kapan pekerjaannya akan selesai.
Pesawat 737 Max telah 'dihukum' sejak Maret setelah dua kecelakaan fatal yang menewaskan semua 346 orang di dalamnya.

Meskipun Boeing tidak dapat mengirimkan 737 pesawat Max kepada pelanggan, perusahaan terus membangun jet, meskipun pada kecepatan yang sedikit berkurang dari 42 sebulan.

Sekarang, Boeing memiliki sekitar 400 jet lengkap yang diparkir di Washington dan Texas, menunggu untuk dikirim ke maskapai penerbangan di seluruh dunia.

Tetapi Boeing tidak mendapatkan sebagian besar uangnya dari penjualan jet sampai mereka dikirimkan, dan Boeing tidak dapat terus menerus menanggung biaya untuk membangunnya tanpa bisa mengirimkannya.

Perusahaan berharap bahwa pesawat itu akan terbang lagi sebelum akhir 2019. Tetapi pada Desember, administrator FAA Stephen Dickson mengumumkan persetujuan tidak akan datang sampai 2020. Rencana penutupan diumumkan seminggu kemudian.

Boeing tidak akan merilis jumlah karyawan untuk orang yang bekerja di pesawat. Perusahaan mengatakan karyawan akan dipindahkan ke tugas lain selama penutupan, dan ada sejumlah alasan untuk itu.

Dalam emailnya kepada karyawan Boeing seminggu yang lalu, CEO baru Dave Calhoun mengatakan perusahaan akan terus mengambil langkah untuk mempertahankan rantai pasokan dan keahlian tenaga kerja hingga siap memulai produksi kembali.

Namun pemasok terbesar Boeing, Spirit AeroSystems (SPR), yang membuat badan pesawat dan bagian lain untuk 737 MAX, mengumumkan pada 10 Januari bahwa mereka akan mem-PHK 2.800 karyawan di Wichita, Kansas.

Pemasok Boeing lain juga telah memecat staf tanpa membuat pengumuman publik. Setidaknya tujuh pemasok Boeing lainnya mendapatkan 10 persen hingga lebih pemasukan dari program 737 Max.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)