Air Asia Hentikan Sementara Penerbangan ke Wuhan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 19:30 WIB
Air Asia Hentikan Sementara Penerbangan ke Wuhan Air Asia menghentikan penerbangan dari dan menuju ke Wuhan, China karena virus Corona. Ilustrasi. (MOHD RASFAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Air Asia menghentikan penerbangan dari dan menuju ke Wuhan, China. Dalam laman resminya, Air Asia memberhentikan penerbangan ke Wuhan hingga 28 Januari 2019.

"Mengingat situasi kesehatan baru-baru ini dan pengumuman pemerintah, semua penerbangan AirAsia dari Kota Kinabalu, Bangkok dan Phuket ke Wuhan, Cina untuk sementara dibatalkan hingga 28 Januari 2020," tulis manajemen dalam laman resminya, Kamis (23/1).

Air Asia menambahkan telah menyiapkan opsi untuk tamu yang ingin mengubah rencana perjalanan ke dan dari Wuhan.


Pertama, Air Asia akan melakukan perpindahan rute ke bandara di China lainnya untuk penerbangan ke Kinabalu, Bangkok dan Phuket tanpa biaya tambahan dan tergantung ketersediaan kursi.

Kedua, pelanggan bisa mendapatkan pengembalian uang ke metode pembayaran tiket dengan jumlah yang setara dengan pemesanan. Berlaku untuk semua penerbangan hingga 15 Februari 2020 dan kembali dari 16-29 Februari 2020.

Asita Minta Travel Warning

Sejalan dengan itu, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulawesi Selatan meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan peringatan perjalanan atau travel warning kepada wisatawan yang ingin berkunjung ke China sebagai antisipasi terhadap virus corona.

Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan Didi Leonardo Manaba mengatakan peringatan tersebut dapat membuat agen perjalanan lebih berhati-hati dalam memberangkatkan wisatawan.

"Jadi kita minta sehingga bisa menjelaskan kepada klien untuk menunda dulu sambil melihat perkembangan," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (23/1).

Ia mengatakan penerbitan travel warning juga membuat pihaknya tetap bisa menyediakan lokasi destinasi alternatif selain ke China. Didi menjelaskan seorang wisatawan tentu tujuannya untuk menikmati liburan. Namun, jika pada akhirnya menderita sakit usai liburan, maka tentu bukan itu yang diinginkan.

"Di China mungkin masih ada wilayah destinasi wisata yang tidak terdampak. Namun demikian, tentu tetap harus memberikan travel warning," ujarnya.

Sementara itu, terkait kebijakan pengetatan bandara untuk mengantisipasi kunjungan wisatawan asal China, ia juga mengaku mendukung penuh.

"Meski kedatangan wisatawan mancanegara khususnya dari Cina menguntungkan tapi justru mengakibatkan penyakit, tentu tidak kita inginkan. Jadi saya sangat mendukung agar lebih diperketat jalur masuk," katanya.

[Gambas:Video CNN] (age/sfr)