"Target pembangunan smelter total sebanyak 52 unit, setelah melakukan pemeriksaan progres, proyek belum mencapai tingkat yang diharapkan," kata Arifin di tengah rapat kerja (raker) dengan komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (27/1).
Berdasarkan paparan Arifin, jumlah smelter yang sudah rampung sejak 2019 berjumlah 17 unit smelter. Sementara, target untuk tahun ini sendiri mencapai 21 unit smelter, dengan target akhir pada 2023 sebanyak 52 unit smelter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun memaparkan terdapat tiga hal yang akan dicoba pihaknya dalam memenuhi kebutuhan listrik tersebut.
"Yakni pemenuhan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pemenuhan pengembang smelter, dan kerjasama pengembang smelter dengan non-PLN," jelasnya singkat.
Lihat juga:Susunan Direksi Baru Taspen |
"Smelter kami (sudah) lakukan evaluasi. Dari yang (target awal) 68 (smelter), kemudian sekarang ini berubah menjadi 52. Tapi sejalan dengan itu, mudah-mudahan bisa menjadi 68 juga (ke depan)," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ditjen Minerba Yunus Saefulhak di Kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Kamis (23/1).
Penurunan proyeksi smelter tersebut sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya smelter nikel. Berdasarkan paparan Yunus, smelter nikel yang semula ditargetkan berjumlah 41 smelter turun menjadi 29 smelter.[Gambas:Video CNN]
(ara/age)