Freeport Alokasikan US$500 Juta Bangun Smelter di Indonesia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 20:53 WIB
Freeport Alokasikan US$500 Juta Bangun Smelter di Indonesia Freeport-McMoran mengalokasikan US$500 juta untuk pengembangan smelter baru di Indonesia. Ilustrasi. (Dok. Akun Facebook Freeport Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Freeport-McMoran mengalokasikan US$500 juta untuk pengembangan smelter baru di Indonesia. Perusahaan itu mengatakan pihaknya memperkirakan belanja modal untuk 2020 menjadi sekitar US$2,8 miliar, lebih tinggi dari tahun lalu. Capex tersebut termasuk US$1,8 miliar dolar AS untuk proyek-proyek besar. 

"Kami pikir pasar telah melihat jangka pendek 2020 dan fokus pada capex (belanja modal) terkait smelter sebagai pedoman kuartal pertama," kata Analis Deutsche Bank, Chris Terry dikutip dari Antara, Jumat (24/1).

Freeport telah melaporkan penurunan produksi tembaga kuartal IV 2019 dan memperkirakan pengeluaran lebih tinggi pada tahun ini karena transisi tambang tembaga raksasa Grasberg di Indonesia ke penambangan bawah tanah. Kinerja tersebut membuat saham Freeport tersungkur sembilan persen menjadi US$11,98 per lembar pada penutupan Kamis, (23/1).


Perusahaan tambang asal AS tersebut telah menghabiskan miliaran dolar dalam peralihan tambang terbuka yang menipis menjadi tambang bawah tanah agar membantu mencapai biaya rendah. Freeport menilai produksi yang tahan lama dan menghasilkan arus kas yang signifikan di masa depan.

Produksi tembaga di Grasberg turun 14 persen pada kuartal IV, sementara total produksi logam turun 1,7 persen menjadi 827 juta pon. Dengan alokasi belanja modal tersebut, Freeport pun telah membuat proyeksi penjualan. Perusahaan asal AS tersebut memperkirakan penjualan 725 juta pon tembaga dan 105.000 ounce emas pada kuartal pertama 2020.

Kepala Eksekutif Richard Adkerson mengatakan tembaga akan diuntungkan selama pertumbuhan ekonomi global  berjalan normal. Tetapi, sayangnya saat ini harga masih di bawah insentif yang dibutuhkan untuk menarik pasokan baru. Harga rata-rata yang diterima Freeport untuk tembaga turun sedikit menjadi US$2,74 dolar AS per pon pada kuartal keempat.

Padahal, harga tembaga telah rebound karena kesepakatan perdagangan fase 1 antara Amerika Serikat dan China mengurangi tekanan pada logam merah. Harga tembaga, sering dilihat sebagai ukuran kesehatan ekonomi. Harga tembaga sempat membukukan kenaikan bulanan terbesar dalam dua tahun pada Desember lalu.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)