Direktur KSEI Syafruddin mengatakan pihaknya diminta langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memblokir sejumlah rekening efek. Namun, ia enggan menyebutkan secara pasti jumlah rekening yang diblokir.
"Tanya sama yang minta bekukanlah (terkait berapa jumlah rekening efek yang dibekukan)," ucap Syafruddin, Senin (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Janganlah, lain kali saja ya," imbuhnya.
Sementara, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan pemblokiran beberapa rekening efek dilakukan atas perintah Kejaksaan Agung yang meminta kepada OJK. Kemudian, OJK memerintahkan hal tersebut kepada KSEI.
"Ya memang ada (karena Jiwasraya)," tutur Laksono.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto mengiyakan ada instruksi pemblokiran yang diberikan oleh Kejaksaan Agung kepada OJK dan KSEI. Namun, sama seperti pihak KSEI dan BEI, ia juga bungkam soal jumlah rekening efek yang diblokir.
"Angka pasti berapa saya tidak punya data. Ini atas instruksi Kejaksaan Agung ke OJK dan KSEI. Jadi perusahaan efek menerima instruksi dari KSEI," katanya.
KSEI melakukan rapat tertutup dengan BEI dan sejumlah perusahaan sekuritas di Gedung BEI hari ini. Rapat dimulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis OJK Anto Prabowo menyatakan pihaknya selalu mendukung pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, termasuk pemblokiran rekening efek investor pasar saham. Hanya saja, sama seperti KSEI, BEI, dan APEI, Anto juga tak mau menyebut pasti jumlah rekening efek yang diblokir sejauh ini.
"Jumlah berapa pun yang diminta tentu OJK mendukung untuk kebutuhan Kejaksaan Agung yang sedang melakukan penelusuran aset," terang Anto.
Menurutnya, jumlah rekening efek yang diblokir akan terus berubah seiring dengan pemeriksaan yang masih berlangsung di Kejaksaan Agung. OJK, tambah dia, juga akan memberikan informasi dan penjelasan kepada Kejaksaan Agung untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)