Harga Emas Antam 'Macet' di Rp774 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 09:37 WIB
Harga Emas Antam 'Macet' di Rp774 Ribu per Gram Harga emas Antam stagnan di level Rp774 ribu per gram pada Selasa (28/1) pagi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp774 ribu per gram pada Selasa (28/1) atau stagnan dari Senin (27/1). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) 'macet' di Rp690 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp411,5 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,22 juta, 5 gram Rp3,69 juta, 10 gram Rp7,31 juta, 25 gram Rp18,18 juta, dan 50 gram Rp36,28 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,5 juta, 250 gram Rp181 juta, 500 gram Rp361,8 juta, dan 1 kilogram Rp723,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.585,9 per troy ons atau menguat 0,14 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot melemah 0,03 persen ke US$1.581,65 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas hanya bergerak di kisaran US$1.575 sampai US$1.560 per troy ons pada hari ini. Harga emas masih berpotensi menguat karena sejumlah sentimen.

Mulai dari kekhawatiran terhadap Virus Corona asal China hingga penurunan tingkat imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi AS (US Treasury). Saat ini, yield surat utang AS bertenor 10 tahun berada di kisaran 1,6 persen atau terendah sejak Oktober 2019.

Sejak wabah virus Corona merebak, pelaku pasar khawatir dan lebih memilih aset safe haven ketimbang berisiko seperti surat utang.

"Penurunan yield obligasi AS ini karena pembelian yang masif karena virus Corona," ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/1).

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, sambungnya, harga emas juga terpengaruh prospek kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Pasar berekspektasi The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya pada tahun ini guna memberi stimulus ke perekonomian.

(uli/sfr)