Harga Emas Keok Seiring Redanya Sentimen Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 09:27 WIB
Harga Emas Keok Seiring Redanya Sentimen Virus Corona Harga emas merosot seiring meredanya kekhawatiran terhadap Virus Corona. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp771 ribu per gram pada Rabu (29/1) atau turun Rp3.000 dari Rp774 ribu per gram pada Selasa (28/1). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) terkoreksi Rp3.000 dari Rp690 ribu menjadi Rp687 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp410 ribu, 2 gram Rp1,49 juta, 3 gram Rp2,21 juta, 5 gram Rp3,67 juta, 10 gram Rp7,28 juta, 25 gram Rp18,1 juta, dan 50 gram Rp36,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp72,2 juta, 250 gram Rp180,25 juta, 500 gram Rp360,3 juta, dan 1 kilogram Rp720,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Pada perdagangan internasional, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.570,8 per troy ons atau melemah 0,32 persen. Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot turun 0,11 persen ke US$1.565,42 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan harga emas di pasar internasional akan melemah pada hari ini karena kehabisan sentimen. Sebelumnya, harga emas terdongkrak kekhawatiran pelaku pasar akan wabah virus Corona asal China.

Namun, kekhawatiran itu kini mereda meski beberapa negara kembali mengumumkan ada kasus virus tersebut. Berdasarkan pemberian, setidaknya virus Corona sudah menyebar dari Wuhan, China ke 16 negara lain di dunia.

Dilansir dari AFP, Virus Corona telah menewaskan 106 orang. Jumlah pasien terjangkit virus pun bertambah menjadi 4500 orang pada Selasa (28/1).

"Kekhawatiran terhadap virus Corona kelihatannya mereda, sehingga harga emas menurun," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/1).

Di sisi lain, sambungnya, harga emas juga melemah karena tertekan sentimen positif dari rilis data keyakinan konsumen Amerika Serikat. "Datanya lebih bagus dari prediksi pasar, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas," terangnya.

Ia pun memperkirakan emas akan bergerak di rentang harga US$1.556 sampai US$1.580 per troy ons pada hari ini. Kendati begitu, menurutnya, harga emas bisa kembali menguat bila ada sentimen positif dari bank sentral AS, The Federal Reserve.

Rencananya, The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter mereka pada Kamis (30/1) dini hari ini. Pasar berekspektasi The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter guna memberikan stimulus perekonomian Negeri Paman Sam.

"Bila ini terjadi, harga emas bisa menguat lagi," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(uli/sfr)