Pertama Kali Dalam 22 Tahun, Boeing Rugi

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 12:40 WIB
Pertama Kali Dalam 22 Tahun, Boeing Rugi Boeing mengalami kerugian untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir. (AFP Photo/Jim Watson).
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing menderita rugi bersih US$636 juta pada tahun lalu. Padahal, perusahaan masih bisa meraih laba US$10,5 miliar pada 2018 lalu.

Masalah tersebut menjadi kerugian tahunan pertama yang dialami Boeing sejak 1997. Selain masalah tersebut, Boeing juga menyatakan operasi inti pesawat komersial mereka juga juga kehilangan uang sampai dengan US$6,7 miliar sepanjang tahun kemarin.

Kerugian tersebut diakibatkan oleh masalah yang menimpa Boeing 737 Max produksi mereka. Masalah  tersebut membuat pendapatan mereka anjlok 24 persen pada tahun lalu.


Penurunan pendapatan terjadi karena sejumlah pembeli membatalkan rencana pembelian pesawat. Pembatalan tersebut membuat Boeing menghentikan pengiriman pesawat mereka ke pelanggan.
Tak hanya itu, Boeing juga mendapatkan masalah berat pada 2019 kemarin. Masalah berkaitan dengan pembayaran kompensasi sebesar US$2,6 miliar kepada pelanggan mereka atas larangan terbang Boeng 737 Max yang diberlakukan usai kecelakaan yang menimpa pesawat jenis tersebut beberapa waktu lalu.

CEO Boeing Dave Calhoun mengatakan perusahaannya akan berusaha bangkit dari keterpurukan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembalikan 737 Max ke layanan yang aman supaya kepercayaan masyarakat dan dunia bisa pulih seperti dulu.

"Kami memang memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Makanya kami akan fokus mengembalikan 737 Max ke layanan dengan aman demi memulihkan kepercayaan publik," katanya seperti dikutip dari CNNBusiness, Kamis (30/1).

Selain dihadapkan pada masalah Boeing 737 Max, kinerja keuangan Boeing selama 2019 kemarin juga dibebani oleh peningkatan biaya produksi jet. Mereka mencatat biaya produksi jet meningkat $ 2,6 miliar selama 2019.

[Gambas:Video CNN]
Pada tahun tersebut, Boeing terus membangun Max sepanjang tahun. Tapi, mereka tidak bisa mengirimkan pesawat produksi mereka

Akibat masalah tersebut, Boeing memiliki 400 jet lengkap yang diparkir di negara bagian Washington dan Texas karena  pengiriman belum bisa dilakukan.

Boeing memperkirakan masalah tersebut berpotensi menambah beban perusahaan sampai dengan US$4 miliar pada 2020 ini.

(agt/agt)