Tanpa Temuan Baru, Produksi Minyak RI Tinggal 9,7 Tahun

CNN Indonesia | Selasa, 04/02/2020 19:15 WIB
Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf memperkirakan usia produksi cadangan minyak Indonesia hanya tersisa 9,7 tahun. Cadangan minyak Indonesia diprediksi hanya mampu berproduksi 9,7 tahun lagi. (iStock/nielubieklonu).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina EP memperkirakan usia produksi cadangan minyak Indonesia saat ini tinggal 9,7 tahun lagi.

"Jika tidak ada penemuan lagi atau eksplorasi, maka usia produksi atau lifetime minyak kita tinggal 9,7 tahun lagi," ujar Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf di Komisi VII, DPR, Jakarta, Selasa (4/2).

Sementara, usia produksi gas tinggal 7,8 tahun. Karenanya, perlu ditemukan cadangan minyak dan gas (migas) baru.


Menurut Nanang, diskusi komprehensif terhadap semua lini lembaga terkait ide maupun teknis dalam menemukan cadangan migas baru.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri menargetkan produksi siap jual (lifting) minyak sebesar 743 ribu barel per hari (bph) pada 2024.

Capaian target tersebut ditetapkan dalam data pembangunan dan target rencana strategis Kementerian ESDM dalam periode 5 tahun mendatang.

"Kami akan memanfaatkan sumur-sumur (minyak) yang sudah lama ditinggalkan atau sumur tua untuk bisa diproduksi kembali dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) atau biochemical surfactant," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan resmi.

Program EOR, kata Arifin, diproyeksikan membutuhkan waktu lebih lama dan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakter subsurface yang ada di Wilayah Kerja (WK) Migas.

"Memang, kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa dapat mendapatkan sumber formula yang tepat tentang komposisi EOR ataupun biochemical," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(Antara/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK