Changi Airports Resmi Kelola Bandara Komodo

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 11:50 WIB
Changi Airports Resmi Kelola Bandara Komodo Changi mengelola Bandara Komodo lewat Konsorsium PT Cardig Aero Service Tbk mulai Mei 2020. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsorsium perusahaan Indonesia-Singapura resmi mengelola dan mengembangkan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Konsorsium itu terdiri dari PT Cardig Aero Service Tbk (CAS) sebagai induk konsorsium, serta dua perusahaan asal Singapura Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan meski dikelola oleh pihak swasta, pemerintah tidak menjual bandara tersebut, melainkan dikelola dengan skema konsesi.

"Saya tegaskan airport ini tidak dijual. Konsorsium hanya mendapatkan izin konsesi selama 25 tahun," katanya, Jumat (7/2).

Untuk diketahui, konsorsium tersebut membentuk Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang bernama PT Cinta Airport Flores (CAF). Dalam badan tersebut, Cardig Aero Service menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 80 persen. Sedangkan, sisanya sebesar 20 persen digenggam oleh Changi Airports International dan afiliasinya.

Selanjutnya, kata Budi, Cinta Airport Flores akan mulai mengelola Bandara Komodo pada Mei 2020. Dua belah pihak masih harus menyelesaikan beberapa dokumen kerja sama.

"Mestinya (pengelolaan) awal tahun depan, tapi kami majukan menjadi Mei 2020," ucapnya.

Kerja sama ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Ruang lingkup kerja sama meliputi empat hal. Pertama, merancang, membangun, dan membiayai pembangunan fasilitas sisi udara dan sisi darat.

Dari sisi udara, konsorsium akan memperpanjang dan melakukan pengerasan landasan pacu. Lalu, pembangunan fasilitas sisi darat meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional, kantor dan gedung, serta fasilitas pendukung lainnya.

Kedua, operasional Bandara Komodo selama masa konsesi 25 tahun. Ketiga, konsorsium bertanggung jawab untuk memelihara infrastruktur fasilitas Bandara Komodo. Keempat, kewajiban menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandara Komodo saat masa kerja sama berakhir.

Budi menambahkan investor akan menanamkan modal untuk pengembangan Bandara Komodo sebesar Rp1,2 triliun dalam kurun waktu maksimal lima tahun.

[Gambas:Video CNN]

"Mengapa kami lakukan ini? Supaya uang yang semestinya untuk pengembangan Labuan Bajo kami bisa kembangkan untuk labuan atau bandara yang ada di Aceh, Sulawesi Utara, dan sebagainya," tuturnya.

Peresmian kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) pada Jumat (7/2). Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan konsorsium Cardig-Changi sebagai pemenang lelang pada Kamis (26/12) lalu.

Mereka berhasil menyingkirkan dua konsorsium lain yang menyerahkan dokumen penawaran kepada Kementerian Perhubungan.


(ulf/bir)