Minat tersebut muncul usai rencana pemerintah memindahkan Ibu kota ke Kalimantan Timur. Ia kemudian menyebut beberapa kawasan-kawasan strategis yang telah diminati oleh para investor asing di Jakarta seperti wilayah Thamrin dan Sudirman.
"Kawasan Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto sudah (investor) lihat. Tapi mereka belum nunjuk mekanismenya bagaimana. Karena gedungnya masih dipakai," kata Encep di Kantor DJKN, Jakarta, Jumat (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kedua gedung itu, Encep juga menyebut Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) juga turut diminati. Dia mengungkap rencana salah satu investor untuk menyambungkannya dengan jalur MRT.
Namun, ia mengaku ketertarikan aset pemerintah oleh pihak asing tersebut masih dikaji, lantaran belum adanya kepastian waktu pemindahan Ibu Kota.
"Sudah ada rencana itu, tapi masih pengkajian, banyak dari mereka (investor) juga nunggu kepastian kapan pemindahan berlangsung," ungkapnya.
"Kami memanfaatkan mempertahankan aset yang ada di Jakarta," ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Hal itu dilakukan karena pembangunan ibu kota baru juga akan dilakukan secara bertahap.
Pada tahun ini, Suharso menjelaskan proses pemindahan ibu kota dilakukan dengan merancang master plan pembangunan, dan perumusan Undang-Undang (UU) Ibu Kota Negara.
Untuk groundbreaking atau pencanangan ibu kota negara yang baru ditargetkan akan dilakukan pada 2021. Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan membangun bangunan fungsi pendukung hunian, rumah sarana, dan infrastruktur kesehatan.
"(Pembangunan) jaringan telekomunikasi pada 2023, penyiapan lahan, diplomatic compound, upgrading bandara dan pelabuhan termasuk tahun 2023," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ara/age)