MRT, Adhi Karya, dan Shimizu teken Kontrak MRT Fase 2A

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 12:52 WIB
MRT, Adhi Karya, dan Shimizu teken Kontrak MRT Fase 2A MRT Fase 2A bernilai kontrak Rp4,5 triliun digunakan untuk membangun jalur Bundaran HI-Harmoni. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MRT Jakarta, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bersama Shimizu Corporation Indonesia menandatangani kontrak pembangunan proyek transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 2A. Kontrak senilai Rp4,5 triliun itu untuk membangun track MRT jalur Bundaran HI hingga Harmoni (CP 201).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konstruksi Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili oleh Yutaka Okumura. Penandatanganan disaksikan oleh Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi Ishii, Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar, dan JICA Chief Representative RI Yamanaka Shinichi, dan Dirut Adhi Karya Budi Harto.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap konstruksi bisa rampung sesuai jadwal. "Setelah melalui perencanaan yang cukup rumit, pengerjaan MRT Jakarta Fase 2A, khususnya 2,8 kilometer dari Stasiun Bundaran HI hingga Monas dapat ditandatangani," terang dia, seperti dilansir Antara, Senin (17/2).


Ia meminta dalam pembangunan MRT Fase 2A sudah terhubung antara stasiun MRT dan halte Transjakarta. Toh, rancangan MRT Fase 2A sudah memperhitungkan integrasi.

"Akan dilakukan pembangunan transportasi umum, baik MRT, Transjakarta, dan LRT agar masyarakat mudah untuk menjangkau ke mana saja," ucapnya.

MRT Fase 2A akan dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan panjang jalur 6 kilometer, terdiri dari 7 stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Pembangunan fase 2A dibagi ke dalam tiga paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.

Dalam kontrak terdapat dua pekerjaan stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Thamrin dan Monas. Paket pekerjaan CP 201 akan membangun terowongan dan stasiun yang memiliki jalur sepanjang 2,8 km untuk menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Harmoni.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan proses konstruksi Fase 2 lebih rumit dari Fase 1 karena seluruh pembangunan di bawah tanah dan di beberapa titik akan dibangun di bawah Sungai Ciliwung, termasuk struktur tanah yang lunak di Jakarta Utara.

"Mengingat lokasi proyek yang berada di area Ring 1, MRT Jakarta mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta. Sehubungan dengan hal itu, MRT Jakarta akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Monas," katanya.

Selanjutnya MRT Jakarta akan melakukan integrasi pembangunan Fase 2B atau yang disebut sebagai Jalur Utara-Selatan dan akan dilanjutkan dengan pembangunan Jalur Timur-Barat. Daerah Kota akan menjadi titik awal dibangunnya Fase 2B dengan titik pemberhentian di Ancol Barat.

Fase 2B ini diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 kilometer yang terdiri dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Ancol, dan Ancol Barat dengan estimasi pengerjaannya akan dibangun pada pertengahan 2022 dan beroperasi pada 2027.

[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)