Mengutip Antara, Selasa (25/2), minyak mentah berjangka Brent turun UD$2,2 atau 3,8 persen menjadi US$56,30 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) jatuh US$1,95 atau 3,7 persen di level US$51,43 per barel.
Virus corona telah menjangkiti kota terbesar keempat Korea Selatan, Daegu. Jumlah infeksi di Daegu meningkat cepat membuat kota terisolasi dari wilayah sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Banjir Jakarta, PLN Setop Aliran Listrik |
"Laporan penyebaran virus corona meningkatkan kekhawatiran terhadap kehancuran permintaan minyak," tutur analis di Price Futures Group di Chicago Phil Flynn.
Namun, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penyebutan pandemi bagi virus corona tidak sesuai dengan fakta. Ia mengatakan tak terdapat penyebaran yang tidak terkendali atau kematian berskala besar akibat virus corona.
Kepala Eksekutif Saudi Aramco Amin Nasser memperkirakan dampak virus corona pada permintaan minyak hanya dalam jangka pendek. Ia memprediksi konsumsi meningkat pada paruh kedua tahun ini.
Sementara, Bank of America Global Research mempertahankan perkiraan harga minyak mentah Brent stabil di US$62 dolar per barel di 2020. Harga minyak akan ditopang penurunan pasokan OPEC.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)