Bappenas Sebut Korsel Berminat Investasi di Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 05:52 WIB
Bappenas Sebut Korsel Berminat Investasi di Ibu Kota Baru Suharso menyebut Korea Selatan berminat untuk berinvestasi di ibu kota baru. (CNN Indonesia/Nurika manan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan Korea Selatan (Korsel) berminat menanamkan investasi dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Menteri PPN /Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Korea Selatan memiliki pengalaman dalam membangun kota hijau (green city). Hal itu sesuai dengan konsep ibu kota baru yang akan dibangun oleh pemerintah.

"Korea Selatan berminat di ibu kota baru dan bapak presiden menyambut positif karena itu artinya ada peluang untuk bisa bekerja sama," ungkap Suharso di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (25/2).


Namun, Suharso bilang pihak Korea Selatan belum menyampaikan secara spesifik bentuk kerja sama seperti apa yang akan dilakukan. Hal yang pasti, Korea Selatan diklaim punya pengalaman membangun kota berkelanjutan.

"Korea Selatan punya pengalaman di kota hijau, pembangunan kota berkelanjutan. Hal-hal detail belum kami bicarakan," terang Suharso.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Tony Blair akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas investasi di ibu kota baru. Tak hanya itu, CEO Softbank Masayoshi Son juga akan bertemu kepala negara dalam waktu dekat.

"Nanti tanggal 28 kami berharap Masayoshi Son datang menghadap presiden (Jokowi) bersama Tony Blair," kata Luhut.

Sebagai informasi, Jokowi meminta Masayoshi Son dan Tony Blair untuk menjadi dewan pengarah pembangunan ibu kota negara baru.

[Gambas:Video CNN]

Selain keduanya, ia juga meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) sebagai anggota dewan pengarah.

Jokowi telah menetapkan lokasi ibu kota baru pada pertengahan tahun lalu. Ia memilih Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp466 triliun.



(aud/sfr)