Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent turun US$1,52 atau 2,77 persen ke posisi US$53,43. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) US$1,17 atau 2,34 persen menjadi US$48,30 per barel. Posisi itu merupakan harga terendah dalam dua minggu terakhir.
Eropa dan Timur Tengah telah melaporkan temuan virus corona. Hal ini memicu kekhawatiran pasar bahwa virus tersebut dapat menyebar ke seluruh Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Virus Corona Masih Bayangi Pergerakan IHSG |
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan peningkatan kasus virus corona baru sangat memprihatinkan. Namun, mereka menyatakan virus itu masih bisa diatasi dan tidak dianggap sebagai pandemi.
Pasar juga mengamati potensi pemangkasan produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia atau OPEC+. Mereka dijadwalkan bertemu di Wina pada 5-6 Maret mendatang.
"Namun tidak ada jaminan bahwa pembeli akan datang sekalipun OPEC+ semakin memperketat keran produksi minyak," kata broker minyak PVM Stephen Brennock.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)