Mengutip Antara, Rabu (26/2), minyak mentah berjangka Brent turun US$1,53 ke posisi US$54,95. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) US$1,35 menjadi US$49,90 per barel. Posisi itu merupakan harga terendah dalam dua minggu terakhir.
Ahli menuturkan pasar minyak sangat rentan fluktuasi di tengah situasi sulit ini. Sebab, epidemi virus corona telah menyebar ke negara-negara baru dan merenggut banyak nyawa. Ketika jumlah kasus baru di China menurun, justru terjadi peningkatan di negara-negara Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, negara-negara Teluk memutuskan konektivitas dengan Iran untuk menghentikan penyebaran virus.
Akibatnya, pasar khawatir virus corona akan mempengaruhi permintaan minyak mentah. Pasar juga mulai ragu terhadap kesediaan OPEC+ untuk memperpanjang dan menambah pengurangan produksi.
OPEC+ telah membatasi produksi minyak dalam beberapa tahun terakhir guna meningkatkan harga. Pada Desember lalu, kelompok itu setuju untuk menambah pemangkasan produksi 500 ribu barel per hari (bph). Dengan demikian, total potongan minyak menjadi 1,7 juta (bph).
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)