"(Phillip Morris) ada rencana investasi di sektor e-cigarette," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (28/2).
Namun, Airlangga tak menjelaskan lebih lanjut mengenai potensi investasi Phillip Morris dalam memproduksi rokok elektrik. Ia bilang masih ada beberapa poin yang sedang dibahas mengenai rencana investasi Phillip Morris tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Phillip Morris, Juul Labs Inc sudah terlebih dahulu masuk pasar rokok elektronik di Indonesia. Perusahaan memasarkan produk tersebut PT Jagad Utama Lestari atau anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk.
Juul Labs sendiri merupakan perusahaan asal AS yang memproduksi rokok elektronik. Perusahaan itu memiliki kantor pusat di San Fransisco, California.
Target itu naik 9,51 persen dari realisasi investasi pada 2019 sebesar Rp809 triliun. Sementara, realisasi investasi pada 2019 terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp386,5 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/age)