Kemenhub Sebut Diskon Tarif Pesawat Berbentuk Voucher

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 21:07 WIB
Kemenhub Sebut Diskon Tarif Pesawat Berbentuk Voucher Kemenhub menyebut pemberian diskon tiket penebangan domestik akan berupa voucher. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan diskon tiket pesawat ke 10 destinasi pariwisata unggulan akan diberikan dalam bentuk voucher oleh maskapai.

Sebelumnya, pemerintah akan menggelontorkan Rp443 miliar sebagai insentif diskon penerbangan untuk meredam dampak virus corona. Besaran diskon rencananya mencapai 50 persen dari tarif normal dan berlaku untuk tiga bulan.

"Skemanya dalam bentuk voucher, yang mengeluarkan pihak maskapai, nanti maskapai yang 'reimburse' (menagihkan) ke Direktorat Angkutan Udara," ujar Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub F Budi Prayitno seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/2).


Budi mengungkapkan diskon tersebut hanya untuk 25 persen dari kapasitas kursi penerbangan rute 10 destinasi pariwisata unggulan. Rinciannya, Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Danau Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang.

Diskon tarif, sambung Budi, diambil dari tarif tunggal (single tarif) yang tengah digodok di Kemenhub. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah.

Tarif tunggal akan berlaku setelah peraturan menteri (PM) yang menjadi payung hukum terbit.

Selain menyiapkan payung hukum tarif tunggal, Kemenhub juga tengah menyiapkan teknologi informasi yang mendukung untuk sistem pencairan (reimbursement) voucher dengan seluruh maskapai.

"Dari teknologi informasi masing-masing maskapai dan Pustikom mengatur itu. Saat yang sama misalnya rute Jakarta-Batam PP lewat agen perjalanan online ada notifikasi mendapatkan tarif promo, mengurangi harga tiket dikeluarkan maskapai melalui sistemnya," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Sistem tersebut juga akan diawasi oleh pejabat pembuat kebijakan (PPK) seminggu sekali karena rekonsiliasi dana pemerintah APBN diberikan kepada swasta.

"Skema diskon ini sifatnya 'first come first serve' kalau misalnya kuota dari Jakarta-Batam sudah habis, maka tarif akan kembali normal. Di setiap rute kuotanya berbeda-beda," ujarnya.



(sfr/agt)