IHSG Anjlok 6,24 Persen karena Virus Corona
Senin, 09 Mar 2020 15:43 WIB
IHSG anjlok 6,24 persen ke level 5.151 pada Senin pukul 15.23 karena virus corona. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Tercatat, hanya 40 saham yang berhasil menguat. Mayoritas atau 393 saham berada di zona merah sedangkan 78 lainnya stagnan.
Tak hanya itu, investor asing juga tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp8,08 triliun sejak awal tahun (year to date/ytd). Sedangkan di seluruh pasar, terpantau net sell sebesar Rp6,20 triliun.
Ia mengatakan pelaku pasar menunggu stimulus yang diberikan pemerintah untuk menghalau 'infeksi' virus corona kepada ekonomi Indonesia. Pemerintah sendiri telah menyiapkan beberapa insentif baik dari sisi fiskal maupun sektor riil. Namun, belum semua stimulus itu direalisasikan.
"Kalau pasar melihatnya bagus (stimulus), maka ada potensi rebound (balik arah). Tapi untuk saat ini, secara teknikal trennya masih turun," imbuhnya.
Ia memprediksi indeks saham bangkit paling cepat pada kuartal II 2020. Sebab, terdapat beberapa stimulus positif pada periode tersebut yakni puasa Ramadan dan Lebaran 2020. Momentum itu, kata dia, diyakini bakal mengerek konsumsi.
"Ekonomi China juga diperkirakan masih akan kontraksi di kuartal I 2020. Paling cepat nanti recovery pada kuartal II 2020," katanya.
Ia meramal IHSG akan melaju di rentang 4.950-5.470 pada tiga bulan pertama di 2020. Namun, hingga akhir tahun, ia memproyeksi indeks masih akan melaju di atas level 6.000.
Senada, Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyatakan pelaku pasar khawatir virus corona akan menekan pertumbuhan ekonomi global termasuk kinerja ekonomi Indonesia. Diketahui, Dana Moneter Internasional (IMF) meramal wabah tersebut akan menekan pertumbuhan ekonomi dunia hingga ke bawah 2,9 persen pada tahun ini. Angka pertumbuhan tersebut jauh dibandingkan proyeksi yang dikeluarkan IMF awal tahun lalu, yakni 3,3 persen.
"Dampaknya adalah kepada dividen yang diterima investor," katanya.
Ia memperkirakan pasar saham akan kembali bergairah pada kuartal III 2020. Ia menyebutkan Rancangan Undang-undang (RUU) omnibus law Cipta Kerja (Ciptaker) dan Perpajakan menjadi vitamin yang dinantikan investor untuk menggerakkan ekonomi Indonesia.
ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
SPBU Swasta Wajib Beli Solar Pertamina Mulai April 2026
Ekonomi • 2 jam yang laluKian Berkilau, Harga Emas Antam Naik ke Rp2,954 Juta per Gram
Ekonomi • 2 jam yang laluFTSE Tunda Penilaian Saham RI Periode Maret 2026
Ekonomi • 1 jam yang laluRupiah Menguat ke Rp16.790 per Dolar AS
Ekonomi • 1 jam yang laluHarga Minyak Kembali Merosot usai Terkerek Risiko Ketegangan AS-Iran
Ekonomi • 1 jam yang laluLAINNYA DARI DETIKNETWORK