Jokowi Minta Tito Salurkan Dana Desa Buat Buka Lapangan Kerja

CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 21:02 WIB
Jokowi Minta Tito Salurkan Dana Desa Buat Buka Lapangan Kerja Pemerintah berharap program padat karya yang dibiayai oleh dana desa dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah wabah virus corona. (Dok. Menparekraf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar mayoritas dana desa digunakan dengan skema padat karya tunai (cash for work). Artinya, dana desa dapat membiayai program pembangunan desa yang memberikan pekerjaan bagi masyarakat.

"Untuk Menteri Dalam Negeri agar mengarahkan semua kepala daerah, semua kepala desa yang berkaitan dengan dana desa agar diarahkan kepada cash for work," ungkap Jokowi, Senin (16/3).

Dengan skema itu, Jokowi berharap bisa mengerek daya beli masyarakat di pedesaan. Kepala negara itu mengingatkan agar dana desa digunakan untuk kegiatan yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat demi menjaga konsumsi masyarakat. Hal ini penting di tengah situasi perekonomian domestik yang ditekan oleh perlambatan ekonomi global dan wabah virus corona.


"Dengan cash for work masyarakat desa bisa menikmati dana desa sebesar Rp72 triliun tahun ini. Jangan dipakai untuk hal-hal yang tidak menyasar pada konsumsi masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan pemerintah telah mencairkan dana desa sebesar Rp1,3 triliun hingga 19 Februari 2020. Sebagai catatan, tahun ini pemerintah mengalokasikan dana desa sebesar Rp72 triliun untuk 74.953 desa.

Untuk mendapatkan dana tersebut, Kemenkeu menetapkan beberapa syarat. Untuk tahap pertama, syarat yang diminta, peraturan bupati/walikota tentang penetapan rincian Dana Desa, peraturan desa APBDes, surat kuasa pemindahbukuan dan surat pengantar dokumen persyaratan.

Tahap II, syarat yang diberlakukan laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran Tahun Anggaran 2019, laporan realisasi penyerapan sampai dengan tahap I 2020 rata-rata minimal 50 persen dan capaian keluaran rata-rata minimal 35 persen dan surat pengantar dokumen persyaratan.

Sedangkan tahap III, syarat yang diminta, realisasi penyerapan sampai dengan tahap II tahun 2020 dengan rata-rata minimal 90 persen dan capaian keluaran rata-rata minimal 75 persen.

[Gambas:Video CNN]


(aud/sfr)