Cegah Corona, Angkasa Pura I dan II Terapkan Pembatasan Jarak

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 15:22 WIB
Cegah Corona, Angkasa Pura I dan II Terapkan Pembatasan Jarak Angkasa Pura I dan II telah menerapkan pembatasan jarak dari mulai lift hingga antrean boarding pass untuk mencegah penyebaran corona. (ANTARA FOTO/Anindira Kintara).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura I dan II (Persero) telah menerapkan konsep pembatasan jarak atau social distancing untuk mencegah penularan wabah virus corona. Untuk mengatur batas tersebut, mereka memberlakukan pengaturan jarak satu meter antar orang di area pelayanan publik dan penempelan stiker antrean di lantai bandara sebagai panduan jarak juga telah diberlakukan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menyebut penerapan program social distancing telah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Surat Edaran Direktur Utama Nomor: ED. 15 /KP.10.43.2020/DU tentang Kesiapsiagaan dan Pencegahan covid-19 di Lingkungan PT Angkasa Pura I.

"Upaya ini merupakan upaya lanjutan Angkasa Pura I dalam menerapkan konsep social distancing di area pelayanan publik untuk meminimalisir potensi penularan virus corona di area publik," ujar Faik seperti dikutip dari surat resmi yang diterima. 


Dia menyatakan penempelan stiker panduan jarak dilakukan di area seperti pemeriksaan saat masuk ke area check in, setiap security check point, antrean masuk ke dalam lift, pemeriksaan boarding pass, antrean di fixbridge dan garbarata, antrean pengambilan bagasi, dan antrean taksi. Selain itu, setiap lift bandara kelolaan Angkasa Pura I disertai label stiker maksimal kapasitas dengan posisi hadap penumpang.

Jarak duduk antar orang di area tunggu (boarding lounge) juga diatur dengan posisi kursi hadap satu arah. Faik menyebut setiap orang dilarang duduk bersebelahan, setiap satu kursi di ruang tunggu dikosongkan dengan pemberian label stiker sebagai panduan.

"Kami himbau penumpang dan calon penumpang bandara agar dapat disiplin mengikuti imbauan ini agar dapat meminimalisir potensi penularan virus corona," tambahnya.

Peraturan serupa juga diterapkan di Angkasa Pura II. Untuk menciptakan jarak yang dianjurkan bagi penumpang pesawat, khususnya di area-area tempat berkumpulnya penumpang pesawat. Selain penerapan social distancing sebagai langkah pencegahan, penyemprotan cairan disinfektan, pengecekan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer turut dilakukan. 

"Adanya garis kuning itu membuat setiap penumpang berdiri dengan jarak yang aman di setiap titik-titik antrian agar meminimalisir risiko penyebaran virus corona," ujar President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Pelabuhan Beroperasi Normal

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau IPC menjamin operasional dan pelayanan pelabuhan berjalan dengan normal di tengah ancaman virus corona. VP Public Relations Pelindo I Fiona Sari Utami menyebut meski belum memiliki protokol resmi namun imbauan sosial distance telah diberikan kepada penumpang terminal. 

"Untuk sosial distancing kami minta seluruh terminal penumpang dan pelayan pelabuhan," jelasnya kepada CNNIndonesia.com.

Sementara, Direktur Transformasi IPC Ogi Rulino menyebut kewaspadaan pelayanan telah ditingkatkan untuk menghindari penyebaran virus corona. Salah satunya yaitu pemberlakuan sistem kerja dari rumah atau work from home.

Ogi menyebut selain karyawan administratif, karyawan yang berusia 50 tahun ke atas, ibu hamil atau menyusui serta karyawan dalam kondisi kurang sehat diperbolehkan kerja dari rumah.

"Kami menyadari bahwa kita sedang berada di situasi sulit. Namun kami harus mengedepankan pelayanan, karena pelabuhan memikul peran yang begitu strategis sebagai fasilitator perdagangan," ucap Ogi.

Namun, untuk karyawan lapangan seperti petugas pandu, petugas terminal penumpang, terminal peti kemas atau non peti kemas, diwajibkan mengenakan alat pelindung diri tambahan berupa masker dan sarung tangan. Lokasi kerja juga disterilkan secara berkala.

Lebih lanjut, IPC meniadakan perjalanan dinas ke luar negeri bagi seluruh staf. Sedangkan perjalanan dinas di dalam negeri dilakukan secara selektif.

"Di pelabuhan, semua transaksi sudah cashless (tidak menggunakan uang tunai). Kontak antara pengguna jasa dan operator sangat kecil. Kalaupun masih ada, seperti di lapangan penumpukan kontainer, kontak antar-manusia bisa dijaga dalam jarak tertentu," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]


(wel/age)