Swalayan di Semarang Batasi Pembelian Bahan Pokok

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 23:33 WIB
Pembatasan pembelian bahan pokok di Semarang dilakukan untuk mencegah aksi penimbunan di tengah wabah virus corona. Swalayan membatasi pembelian bahan pokok di Semarang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Semarang, CNN Indonesia -- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melaporkan swalayan di wilayahnya sudah membatasi pembelian bahan pokok. Hal itu berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan stok dan harga pangan di wilayahnya aman pada Kamis (19/3).

Dalam sidak tersebut, Hendrar mengunjungi pusat perdagangan sembako baik di pasar tradisional maupun swalayan.  Saat Hendrar mengunjungi swalayan ADA di Jalan Mgr Sugiyopranotom Semarang, pengelola membatasi pembelian bahan pokok.

Dalam hal ini, setiap orang hanya diijinkan untuk membeli beras maksimal 10 kilogram (Kg) dan gula pasir maksimal 2 Kg. Pembatasan juga diberlakukan untuk pembelian minyak goreng maksimal 4 liter dan mie instan maksimal 2 dus.


"Terkait pembatasan pembelian, kami justru berterima kasih kepada pelaku usaha yang secara sadar diri dan swadaya membantu Pemerintah mengantisipasi adanya aksi penimbunan oleh pihak yang tak bertanggung jawab", terang Hendrar usai sidak di Semarang, Kamis (19/3).

Di Swalayan ADA, stok beras dan gula pasir melimpah. Beras biasa dibanderol Rp12 ribu per Kg tetapi gula masih di kisaran Rp15 ribu per Kg.

Hendrar memastikan stok dan harga sembako di Kota Semarang masih kondusif, sehingga warga tidak perlu panik dengan memborong barang-barang kebutuhan pokok termasuk sembako karena wabah corona.

"Kami tadi sidak ke lapangan, stok sembako khususnya beras dan gula masih sangat aman, cukup, bahkan menumpuk. Soal harga, juga normal dan wajar, sehingga masyarakat tidak perlu panik," tuturnya.

Dalam sidaknya, Hendrar juga berkunjung ke salah satu distributor gula. Ia mendapati harga gula yang tinggi yakni Rp15 ribu per Kg.

Menurut Hendra Purwanto, pemilik distributor, kenaikan harga baru dilakukannya selama dua pekan, seiring stok dan pasokan yang menipis.

"Ya harganya kami naikkan dari Rp14 ribu ke Rp15 ribu per kilo, karena pasokannya agak berkurang sehingga stok di gudang juga menipis. Tapi ini masih wajar dan lancar kok, karena kami kan juga diawasi pemerintah", kata Hendra.

Untuk melengkapi kebutuhan informasi masyarakat perihal corona, Pemkot Semarang pada Kamis (19/3) resmi meluncurkan website https//www.siagacorona.semarangkota.go.id.

Situs itu berisi konten informasi corona di wilayah Kota Semarang, seperti jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP), jumlah penderita corona yang meninggal hingga jadual penyemprotan desinfektan dan ketersediaan alat kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

Situs itu juga dimaksudkan untuk meredam berita dan isu yang simpang siur terkait pandemi covid-19.

Hingga Kamis (19/3), seorang warga Semarang yang dinyatakan positif corona meninggal dunia. Korban meregang nyawa setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Dr Kariadi Semarang. (dmr/sfr)