Sri Mulyani Ancam Pengeruk Keuntungan dari Alkes Corona

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 17:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menindak tegas oknum yang memanfaatkan situasi di tengah pandemi virus corona. Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menindak tegas oknum yang memanfaatkan situasi di tengah pandemi virus corona. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menindak tegas oknum-oknum yang memanfaatkan situasi di tengah pandemi virus corona. Mulai dari oknum yang melakukan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan hingga yang mencari keuntungan di pasar keuangan.

"Tidak ada pendomplengan atau orang-orang yang menggunakan kesempatan ini dari pengadaan alat kesehatan dan di pasar keuangan dengan menjual saham dan forex. Kami akan tegas kalau ada yang melakukan hal-hal untuk memanfaatkan situasi ini," ujar Sri Mulyani, Jumat (20/3).

Bendahara negara mengatakan aksi-aksi seperti itu tidak perlu dilakukan karena Indonesia sedang mengalami masa darurat virus corona. Pandemi virus menimbulkan tekanan tidak hanya bagi kesehatan masyarakat, namun juga perekonomian nasional.


Sementara pemerintah terus memutar otak mencari kebijakan-kebijakan tepat dan cepat untuk mengatasi penyebaran virus yang terus meluas di Indonesia. Pemerintah bahkan sudah langsung merealokasikan anggaran senilai Rp62,3 triliun dari sejumlah pos untuk penanganan virus corona.

"Meskipun kita darurat dan harus lakukan dengan cepat tentu saya berharap tidak ada korupsi dan konflik kepentingan, sehingga tidak mengacaukan emergency dengan percepatan dan ketepatan bereaksi untuk menolong masyarakat," katanya.

Di sisi lain, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memastikan berbagai kebijakan fiskal pemerintah mampu memenuhi kebutuhan dana dalam penanganan virus corona. Begitu pula, dampak stimulus fiskal ke perekonomian.

"Seluruh kebutuhan kesehatan dipenuhi dan bisa dipenuhi, tidak ada alasan untuk tidak, mungkin rumah sakit ada yang kurang peralatan, nanti akan diselesaikan dari sisi suplai, misalnya APD. Nantinya itu ada tidak barangnya, ini bukan masalah uangnya ada atau tidak," tekannya.

Penyebaran virus corona di dalam negeri menimbulkan tekanan di pasar keuangan. Nilai tukar rupiah mencapai lebih dari Rp16 ribu per dolar Amerika Serikat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris menyentuh level 4.000.

Begitu pula dengan ekonomi riil, sektor pariwisata, perhotelan, restoran, hingga agen perjalanan mulai merumahkan para pekerja mereka. Sementara pemerintah turut sibuk memerangi penyebaran virus corona yang terus meluas dengan mempercepat ketersediaan alat dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

Sampai Jumat (20/3), jumlah kasus positif virus corona telah mencapai 369. Dari jumlah itu, sebanyak 32 orang meninggal dunia dan 17 orang sembuh.

[Gambas:Video CNN]

(uli/age)