Jual Citos, Jiwasraya Kantongi Uang Muka Rp1,4 Triliun

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 18:25 WIB
Jual Citos, Jiwasraya Kantongi Uang Muka Rp1,4 Triliun Manajemen Jiwasraya mengaku telah mengantongi uang muka Rp1,4 triliun untuk penjualan Citos sejak 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku telah mendapatkan uang muka sebesar Rp1,4 triliun untuk penjualan pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos) di Jakarta Selatan.  

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan uang muka tersebut telah diterima perseroan sejak 2018 lalu. Saat ini, proses jual beli aset tersebut belum selesai.

"Benar, Rp1,4 triliun itu adalah uang muka yang sudah kami terima sudah lama sekali, sejak 2018," ujarnya melalui video conference, Selasa (31/3).


Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan Jiwasraya akan melepas asetnya termasuk Citos untuk membayar tunggakan klaim kepada nasabah. Ia memperkirakan nilai jual Citos berada di kisaran Rp2 triliun-Rp3 triliun.

Sempat beredar kabar bahwa calon pembeli pusat perbelanjaan itu adalah konsorsium BUMN konstruksi dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) selaku induk holding BUMN sektor asuransi yang masih dalam proses pembentukan.

Namun, Hexana menolak untuk mengkonfirmasi saat ditanya apakah konsorsium BUMN konstruksi dan BPUI sebagai pembelinya. Ia hanya menyatakan banyak aspek legal yang harus diselesaikan untuk pelepasan Citos.

"Pelepasan Citos kami memakai yang paling sederhana saja, yaitu diberikan kepada antar BUMN jadi tidak dilakukan kepada umum secara terbuka," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, asuransi jiwa pertama di Indonesia itu tengah menjadi sorotan masyarakat. Jiwasraya mengalami tekanan likuiditas sehingga ekuitas perseroan tercatat negatif Rp23,92 triliun pada September 2019.

Selain itu, Jiwasraya membutuhkan uang sebesar Rp32,89 triliun untuk kembali sehat. Hingga akhir tahun lalu, Jiwasraya memiliki utang klaim jatuh tempo kepada nasabah sebesar Rp12,4 triliun.

Hari ini, perseroan mulai membayar cicilan klaim sebesar Rp470 miliar. Untuk tahap pertama, pembayaran diberikan kepada pemegang polis tradisional yang telah lolos verifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

[Gambas:Video CNN]


(ulf/age)