Sri Mulyani: Dampak Virus Corona Berat ke Perekonomian

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 11:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap penyebaran virus corona akan semakin memberatkan perekonomian Tanah Air. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap penyebaran virus corona akan semakin memberatkan perekonomian Tanah Air. (Adhi Wicaksono/CNNIndonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap penyebaran virus corona akan semakin memberatkan perekonomian.

"Covid-19 belum bisa diatasi, penyebaran masih meningkat dan dampaknya ke ekonomi berat. Dampak ke keuangan akan terus semakin berat," ujarnya, Rabu (1/4).

Sri Mulyani mengaku mau memformulasikan langkah ekonomi untuk menekan dampak dari virus corona. "Berdasarkan APBN 2020, maka dikeluarkan lah langkah refocusing dan realokasi sesuai Inpres IV/2020," paparnya.


Dia juga memaparkan yang sudah dilakukan pemerintah saat ini untuk menekan dampak covid-19 seperti membentuk gugus tugas penanganan virus corona. Selain itu, kebijakan menopang alokasi anggaran di daerah, maka PMK akan menyalurkan dari Dana Bagi Hasil (DBH) untuk menanggulangi covid-19.

Dalam kondisi terburuk, Sri Mulyani memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 2,3 persen karena virus corona. Namun, skenario terburuknya ekonomi RI minus hingga 0,4 persen.

"Outlook PE kita yang menurun di 2,3 persen bahkan jika semakin berat bisa negatif 0,4 persen," ujarnya dalam video conference, Rabu (1/4).

Penyebab anjloknya pertumbuhan ekonomi tersebut karena konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah yang turun. 
Menurut Ani, konsumsi rumah tangga menurun menjadi 3,2 persen hingga 1,6 persen. Sementara, konsumsi pemerintah sedang dipertahankan tetapi memperlebar defisit.

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)