Darurat Corona, Sri Mulyani Kejar Pajak Zoom dan Netflix

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 12:59 WIB
Darurat Corona, Sri Mulyani Kejar Pajak Zoom dan Netflix Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengejar pajak Zoom dan Netflix di tengah pelemahan ekonomi karena pandemi corona. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan mengejar pajak digital, termasuk Netflix dan aplikasi video conference Zoom di tengah pelemahan ekonomi karena pandemi virus corona.

Caranya, yaitu melalui perluasan kebijakan perpajakan atas transaksi elektronik. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabiltias Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus.

"Misalnya, Zoom ini, perusahaannya tidak eksis di Indonesia. Tidak mungkin kami pajaki. Tetapi, sekarang kegiatan ekonominya besar," ujar Ani lewat video conference KSSK, Rabu (1/4).


Menurut dia, penting untuk menjaga basis pajak, sehingga Direktorat Jenderal Pajak bisa memungut pajak atas transaksi elektronik.

Tidak cuma Zoom, Ani juga menyinggung Netflix. Layanan media streaming digital tersebut banyak dimanfaatkan di tengah kebijakan social distancing.

Sebelumnya, Presiden Jokowi merestui pelebaran defisit anggaran hingga 5,07 persen dalam APBN 2020. Pelebaran defisit disebabkan penurunan dari sisi penerimaan negara, termasuk penerimaan migas, pajak, dan PNBP.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)