BPS Sebut Ekspor Masker Naik di Tengah Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 09:16 WIB
BPS menyebut ekspor masker naik 4 kali lipat di tengah penyebaran virus corona belakangan ini. BPS menyebut ekspor masker ke sejumlah negara naik 4 kali lipat karena virus corona. (Istockphoto/spukkato).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kenaikan ekspor masker dari Indonesia ke negara mitra dagang di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19. Peningkatan terjadi mencapai hampir empat kali lipat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan ekspor masker masuk dalam golongan barang dengan kode HS 63, yaitu barang tekstil jadi lainnya. Nilai ekspor barang HS tersebut mencapai US$89,8 juta pada Februari 2020.

Sementara pada Januari 2020, nilai ekspor barang tekstil jadi lainnya hanya sebesar US$17,8 juta. Artinya, ada peningkatan ekspor mencapai US$72 juta atau empat kali lipat dari realisasi bulan sebelumnya.


"Dari sisi HS, ada peningkatan ekspor masker," ujar Yunita, Senin (16/3).

Secara keseluruhan, realisasi nilai ekspor Indonesia ke berbagai negara mencapai US$13,94 miliar atau tumbuh 2,24 persen dari US$13,41 miliar pada Januari 2020. Sementara nilai impor anjlok 18,69 persen menjadi US$11,6 miliar, sehingga neraca perdagangan surplus US$2,34 miliar pada bulan lalu.

Peningkatan ekspor juga berasal dari golongan barang HS 71 berupa logam mulia dan perhiasan yang naik 44,17 persen menjadi US$861,4 juta. Kemudian juga naik dari HS 87 berupa kendaraan dan bagiannya sebanyak 21,61 persen menjadi US$133,3 juta.

Sementara penurunan ekspor terjadi di barang kode HS 74, yaitu tembaga sebanyak 26,21 persen menjadi US$123,6 juta. Lalu, barang kode HS 72 berupa besi dan baja anjlok 25,73 persen menjadi US$610,3 juta.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan bakal melarang ekspor masker di tengah penyebaran virus corona. Hal ini dilakukan guna menjaga pasokan di dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]
"Kami juga akan terbitkan larangan sementara ekspor produk masker. Ini untuk menjamin kebutuhan konsumen dalam negeri," kata Agus.

Agus mengatakan aturan itu akan tertuang dalam peraturan menteri perdagangan (permendag) yang segera diterbitkan. Dalam aturannya, keran ekspor baru akan dibuka bila pasokan sudah mencukupi kebutuhan di dalam negeri.

Sejak virus corona menyebar ke berbagai negara, permintaan masker memang meningkat. Masker merupakan salah satu alat kesehatan yang kerap digunakan untuk mencegah penularan virus.

Begitu pula di Indonesia, sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus positif perdana virus corona, permintaan masker langsung melonjak. Bahkan, masker dijual dengan harga berkali-kali lipat.

(uli/agt)