Saat ini, DKI Jakarta belum menerapkan lockdown maupun karantina wilayah. Kendati demikian, ibu kota negara dinilai tak akan menghadapi permasalahan pasokan bahan pangan jika menerapkan kedua skenario itu. Sebab, pasokan pangan diklaim mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan pasokan beras misalnya, mencukupi untuk kebutuhan dalam dua bulan ke depan. Saat ini, posisi stok di Food Station sebesar 7.328 ton, lalu Pasar Induk Beras Cipinang 25.936 ton, dan Perum Bulog 363 ribu ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk gula akan masuk 1.000 ton lagi, jadi bisa sampai satu bulan ke depan," imbuhnya.
Selain itu, Food Station mengatakan pemerintah provinsi DKI Jakarta akan menjamin penyaluran program pangan murah KJP Plus kepada masyarakat menengah ke bawah. Paket bahan pangan dalam Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus terdiri dari enam produk yakni beras, daging sapi, daging ayam, ikan kembung, telur ayam, dan susu UHT.
"Itu yang sedang kami buat konsepnya. Pak Gubernur (Anies Baswedan) inginnya masyarakat nanti tidak keluar beli tapi masyarakat di rumah barang diantar," jelasnya.
Tak hanya bahan pangan jangka panjang, ia menuturkan pasokan sayur mayur pun tak memiliki kendala berarti. Asalkan, suplai dari daerah tetap berjalan lancar.
Selama ini, kata dia, DKI Jakarta memasok sayur mayur dari Lembang, Bogor, Bandung, Magelang, Brebes, dan kota lainnya di Pulau Jawa. Selain itu DKI Jakarta juga mendatangkan telur dari Blitar, Jawa Timur. Pasokan tersebut dikelola salah satunya oleh PD Pasar Jaya.
"Ada lima hal yang tidak boleh berhenti telekomunikasi, energi, pangan, obat, dan pelayanan kesehatan, dan keuangan," tuturnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengamini hal tersebut. Ia memastikan stok dan suplai bahan pangan tetap terjaga.
"PP Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)memastikan suplai logistik pangan tetap dijaga dari setiap daerah," tuturnya.
Ia menjelaskan posisi stok daging di PD Dharma Jaya sebesar 1.500 ton hingga Lebaran 2020. Lalu, daging untuk keperluan KJP sebesar 500 ton per bulan.
"Untuk keperluan KJP plus insya Allah aman. Stok daging tidak hanya tergantung dari PD Dharma Jaya saja, tetapi ada Perum Bulog dan teman-teman di asosiasi," jelasnya.
Pengamat pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa menilai tidak ada kendala berarti terkait pasokan pangan jika DKI Jakarta memberlakukan karantina wilayah. Ia menilai infrastruktur logistik di ibu kota cukup memadai.
[Gambas:Video CNN]
"Selama aturan ditegakkan dalam arti pasokan logistik dari luar wilayah masih bisa masuk, aturannya juga seperti itu. Food Station sebagai tulang punggung pangan Jakarta juga cukup kuat melayani masyarakat bawah lewat KJP plus," jelasnya.
Ia hanya mengimbau pemerintah untuk tetap memastikan operasional jasa logistik jika terjadi karantina wilayah. Dalam kondisi darurat, pemerintah juga harus siap mengantarkan bahan pangan kepada masyarakat jika dibutuhkan.
"Selama penjualan bahan pangan utama masih bisa buka tidak ada masalah," katanya.