Rusia Batasi Ekspor Gandum di Tengah Wabah Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 01:34 WIB
Rusia membatasi ekspor gandum sampai akhir Juni demi menjaga kebutuhan domestik di tengah wabah virus corona. Ilustrasi. Rusia memutuskan untuk membatasi ekspor gandum dan biji-bijian di tengah penyebaran wabah virus corona. (morgueFile/Irish_Eyes).
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia pada Kamis (2/4) menerbitkan dekrit pemerintah untuk membatasi kuota ekspor gandum hingga akhir Juni. Pembatasan mulai berlaku Rabu.

Selain pada gandum, pembatasan ekspor juga diberlakukan pada biji-bijian lain seperti, jagung, dan meslin. Pembatasan dilakukan di tengah penyebarluasan wabah virus corona. 

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin selaku pihak yang menandatangani dekrit tersebut mengatakan pembatasan biji-bijian dilakukan karena Rusia ingin menyelamatkan kebutuhan dalam negeri.


"Karena (itu) semua sangat penting bagi pasar domestik," katanya seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/4).

Meskipun demikian, ia tak menyebut apakah pembatasan tersebut dilakukan terkait penyebaran wabah virus corona belakangan ini. Ia hanya menyatakan Rusia ingin memastikan pasokan bahan pokok tetap terjaga selama krisis virus corona sehingga harganya tidak naik. 

Rusia adalah pengekspor gandum terbesar dunia. Pada tahun pertanian 2018-2019, mereka mengekspor lebih dari 35 juta ton gandum dan 43,3 juta ton semua biji-bijian.

Sebelumnya, tiga lembaga global termasuk Organisasi Perdagangan Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia pada Rabu (1/4) memperingatkan bahwa penyebaran wabah virus corona bisa meningkatkan ancaman krisis pangan global.

Atas dasar itulah, mereka meminta negara-negara agar tidak memberlakukan pembatasan ekspor supaya ancaman krisis tersebut tidak menjadi kenyataan. 

[Gambas:Video CNN]


(AFP/agt)