IPC Tutup Tiga Terminal karena Kapal Penumpang Setop Operasi

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 20:54 WIB
IPC menutup tiga terminal di Pelabuhan Tanjung Pandan, Pangkal Balam dan Boom Baru karena virus corona. IPC tutup tiga terminal penumpang karena kapal berhenti beroperasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) menutup sementara operasional tiga terminal penumpang mereka. Saat ini, perusahaan mengelola lima terminal penumpang.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono menjelaskan tiga terminal penumpang yang tutup sementara yakni Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Pangkal Balam, yang berada di Bangka Belitung, serta Pelabuhan Boom Baru, Palembang.

"Sedangkan dua terminal penumpang lainnya masih beroperasi, yakni di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Pontianak," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (6/4).


Ia menjelaskan keputusan penutupan sementara itu disebabkan kapal yang melayani penumpang pada tiga pelabuhan tersebut juga menghentikan sementara pelayanannya, guna meredam penyebaran virus corona (Covid-19). Per 1 April 2020, operasional Kapal Cepat Express Bahari rute Belitung - Bangka (pp) berhenti sementara. Demikian juga dengan Kapal Cepat Express Bahari rute Palembang-Muntok (pp).

Meskipun terminal penumpang tutup sementara, namun operasional dan pelayanan terminal lainnya pada tiga pelabuhan tersebut tetap berjalan.

"Kapal barang tetap bisa bersandar dan melakukan bongkar muat, baik di terminal peti kemas, terminal non peti kemas, maupun terminal multi purposes," jelasnya.

Ia menyatakan pelayanan dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan dan keamanan di tengah penyebaran virus corona. IPC menerapkan langkah-langkah antisipatif baik di lingkungan kantor, terminal penumpang, semua dermaga, serta semua terminal penumpukan barang baik peti kemas dan non peti kemas. Petugas memeriksa semua kapal barang dari luar negeri yang akan bersandar.

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan awak kapal dilakukan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), di luar dermaga. Selanjutnya, kapal hanya bisa berlabuh jika dipastikan kapal tersebut steril dari virus corona.

"Semua petugas di lapangan wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) tambahan berupa masker dan sarung tangan, dan kesehatan mereka di cek secara rutin. Seluruh area dermaga juga disterilisasi secara berkala," katanya.


(ulf/agt)

[Gambas:Video CNN]