Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan nominal dalam repo line itu akan membantu BI dalam memasok kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) di Indonesia. Namun, ia menyatakan dana itu bukan untuk menambah cadangan devisa.
"Kami sampaikan repo line ini adalah suatu kerja sama kalau Bank Indonesia memerlukan dolar maka ini bisa digunakan," ujar Perry dalam video conference, Selasa (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah langkah-langkah yang jika diperlukan maka akan kami gunakan," imbuh Perry.
Kemudian, BI juga bekerja sama dengan beberapa bank sentral sebagai upaya pertahanan lapis kedua (second line of defense) dalam menyediakan dolar AS di dalam negeri. Kerja sama itu salah satunya berbentuk bilateral swap dengan bank sentral China sebesar US$30 miliar, Jepang US$22,7 miliar, Singapura US$7 miliar, dan Korea Selatan US$10 miliar.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)