Jokowi Janjikan Bansos, Rayu Warga Jabodetabek Tak Mudik

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 15:40 WIB
Jokowi Janjikan Bansos, Rayu Warga Jabodetabek Tak Mudik Presiden Jokowi menyiapkan bansos khusus bagi warga Jabodetabek yang tidak mudik ke kampung halaman di tengah penyebaran virus corona. (Dok. Biro Sekretariat Presiden/Kris).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan bantuan sosial (bansos) khusus bagi warga Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang tak pulang kampung atau mudik. Hal ini untuk mendorong warga tetap berada di kediaman masing-masing demi menekan risiko penyebaran virus corona.

"Bansos untuk warga Jabodetabek ini agar warga tidak mudik," ujar Jokowi dalam video conference, Kamis (9/4).

Sejauh ini, Jokowi belum memutuskan apakah pihaknya akan memberikan hukuman atau tidak bagi mereka yang tetap mudik saat lebaran tahun ini. Ia akan melakukan evaluasi secara berkala untuk menentukan kebijakan selanjutnya.


"Nanti akan ada evaluasi dan kemungkinan bisa kami putuskan hal yang berbeda setelah evalulasi di lapangan kami dapatkan," tutur Jokowi.

Jokowi memang tak mengeluarkan larangan mudik secara tegas kepada masyarakat umum. Ia hanya mengimbau agar warga tetap di rumah masing-masing pada Lebaran tahun ini.

Namun, ia melarang aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak usahanya untuk mudik. Aturan itu sengaja dikeluarkan demi mengurangi potensi masyarakat yang akan bepergian ke luar kota pada Lebaran nanti.

"Larangan mudik sejauh ini untuk ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN dan anak perusahaannya ini per hari ini saya sampaikan," tegas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah terjadi percepatan arus mudik sejak DKI Jakarta menetapkan tanggap darurat virus corona pada awal Maret lalu.

Menurutnya, kebanyakan warga yang mudik itu merupakan pekerja informal dari wilayah Jabodetabek. Mereka umumnya pulang ke kampung halaman di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Berdasarkan laporan yang ia terima, sudah ada 876 armada bus yang membawa 14 ribu penumpang ke sejumlah wilayah tersebut hingga akhir Maret 2020. Namun, itu belum termasuk pemudik yang menggunakan transportasi massal lainnya, seperti kereta api, kapal, dan pesawat.

[Gambas:Video CNN]


(aud/bir)