Setengah Miliar Populasi Dunia Terancam Miskin karena Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 13:52 WIB
Setengah Miliar Populasi Dunia Terancam Miskin karena Corona Ilustrasi. Setengah miliar penduduk dunia terancam jatuh miskin karena virus corona. (Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Oxfam, sebuah lembaga nirlaba asal Inggris, yang memberikan perhatian besar kepada masalah kemiskinan memperkirakan setengah miliar orang atau 8 persen populasi dunia terancam jatuh ke jurang kemiskinan lagi akibat virus corona. Perkiraan itu tertuang dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh King's College London dan Australian National University.

Karenanya, mereka mendesak kepada sejumlah pemimpin dunia untuk melaksanakan langkah darurat guna menghentikan ancaman tersebut. Langkah darurat yang bisa dilakukan adalah dengan menyetujui paket penyelamatan komprehensif.

Bentuk paket yang mereka minta; penghimpunan dana sekitar US$2,5 triliun untuk membantu masyarakat rentan miskin tersebut. Dana bisa digunakan untuk pembatalan pembayaran utang negara berkembang senilai US$ 1 triliun pada 2020 dan US$ 1 triliun untuk menciptakan cadangan internasional baru.


"Menteri Keuangan G20, IMF dan Bank Dunia harus memberikan suntikan uang segera kepada negara-negara berkembang untuk membantu mereka menyelamatkan masyarakat miskin dan rentan," kata Jose Maria Vera, Direktur Eksekutif Sementara Internasional Oxfam seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/4).

Ia memperingatkan kalau langkah tersebut tidak segera dilakukan, dunia bisa menghadapi risiko. Menurut mereka risiko paling besar yang bisa terjadi adalah, perang melawan kemiskinan bisa mundur satu dekade

Presiden Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) Suma Chakrabarti telah meminta masyarakat internasional untuk bergabung bersama memerangi virus corona dengan menjelaskan bahwa permintaan biaya darurat untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19 cukup besar.

Kebutuhan tersebut muncul karena krisis yang ditimbulkan oleh virus corona belakangan ini telah menciptakan gangguan terbesar terhadap aktivitas ekonomi global sejak Perang Dunia Kedua.

Tak hanya bersuara, EBRD mengumumkan paket solidaritas 1,0 miliar euro. Chakrabarti mengatakan pihaknya sekarang sedang mengerjakan fase kedua dari programnya.

[Gambas:Video CNN]


(agt/bir)