Ojol Minta Cashback BBM Pertamina ala Ahok Tak Dipersulit

CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 11:46 WIB
Upaya preventif pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) terus dilakukan Pemprov Jatim. Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan yang tak hanya dilakukan di sejumlah titik ruang publik, tapi juga ke para pengemudi ojek online (ojol). Pengemudi ojol mengapresiasi cashback 50 persen pembelian BBM nonsubsidi Pertamina di tengah wabah corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Farid).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di kawasan DKI Jakarta merespons promo pengembalian tunai (cashback) pembelian BBM nonsubsidi PT Pertamina (Persero) di tengah wabah corona.

Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui cuitan akun Twitter @basuki_btp menyebut promo cashback 50 persen (maksimal Rp15 ribu per transaksi) diberikan kepada 10 ribu pengemudi ojol per hari, mulai Senin (13/3) kemarin hingga (12/7) mendatang.

Lathifa, seorang Ibu rumah tangga yang menjadi pengemudi ojol Grab asal Jakarta Pusat mengapresiasi bantuan dari perusahaan pelat merah itu. Namun ia menilai persyaratan harus mengunduh aplikasi MyPertamina dan aplikasi pembayaran non tunai LinkAja jika ingin mendapatkan cashback cukup merepotkan.


"Membantu sekali untuk promo, tapi ada yang bikin ribet kita harus download dulu aplikasi. Kalau buat kita terutama ojol agak ribet ya, kalau bisa jangan dipersulit, kita ini sudah sulit," kata Lathifa saat dihubungi CNNIndonesia.com. Selasa (14/4).

Meski belum pernah mencoba langsung promo yang diberikan Pertamina, Lathifa tak lupa menyampaikan terima kasih. Ia berharap pemerintah terus hadir dalam membantu warga yang terdampak pandemi covid-19 ini.

"Untuk mendapatkan cashback 15 ribu kita harus downlaod. Kalau cashback sampe diatas 20 ribu, lumayan juga sih," ujarnya sembari tertawa.

Dihubungi secara terpisah, Syahrul, pengemudi ojol Gojek yang kerap beroperasi di bilangan Jakarta Selatan menyebut bantuan berbentuk promo tersebut cukup meringankan beban para ojol dalam biaya operasional.

Syahrul mengaku meski belum menjajal promo yang diberikan Pertamina, namun ia melihat respons yang baik dari rekan kerja yang telah mencoba promo tersebut.

"Dari pemantauan saya dari rekan-rekan lain di lapangan membantu sih, cukup meringankan. Kalau saya belum coba, karena full tank duluan dari kemarin sepi, tapi teman-teman sudah ada yang coba, responnya baik sih," kata Syahrul.

Terkait mekanisme pemberian bantuan yang membutuhkan usaha ekstra, ia menganggap persyaratan itu cukup wajar. Ia mengaku dengan hadirnya bantuan tersebut cukup meringankan kantong ojol, sehingga ia mengajak para rekan kerja ojol lainnya untuk sepatutnya tetap bersyukur.

"Setelah dipraktekkan, menurut saya ringan saja, asalkan mereka ada kemauan itu tidak masalah," terangnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono menyebut kabar promo berbentuk cashback itu telah tersiar sejak kemarin. Ia mengaku beberapa ojol sudah mencoba bantuan BBM nonsubsidi dengan pembayaran nontunai tersebut.

"Memang untuk situasi saat ini, ojol sedang sulit. Dengan adanya bantuan dari Pemerintah, kita menyambut dengan baik walaupun memang harus melalui aplikas," kata dia.

Sebagai informasi, untuk bisa menikmati promo tersebut, pengemudi ojol harus melakukan beberapa cara. Pertama, mengunduh aplikasi MyPertamina dan mengaktifkan fitur LinkAja.

Kedua, membeli BBM nonsubsidi dengan pembayaran nontunai lewat LinkAja dari Aplikasi MyPertamina.

Ketiga, lakukan screenshot profile pengguna mitra ojol dan unggah ke MyPertamina.

Keempat, unggah screenshot bukti pembayaran BBM dengan LinkAja dan masukkan no resi atau reference number masing-masing.





(khr/sfr)