Di Bekasi, misalnya, Pertamina menambah 544 ribu tabung gas elpiji melon atau 3 Kg selama sepuluh hari bertahap sejak 1-29 April 2020. Di luar pasokan itu, perusahaan migas pelat merah ini tetap memasok 2,9 juta tabung per bulan.
"Kondisi normal, rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Bekasi mencapai 97 ribu- 99 ribu tabung gas per hari. Namun, kami mperkirakan peningkatan kebutuhan LPG, karena sebagian besar masyarakat ada di rumah, sehingga aktivitas memasak bertambah," tutur Unit Manager Communication Relations Pertamina Dewi Sri Utami, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Dewi menerangkan, kebutuhan LPG subsidi untuk warung-warung usaha mikro menurun karena masyarakat banyak beraktivitas masak di rumah. Pun demikian, ia bilang perseroan akan memastikan pasokan berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan Garut.
Di wilayah Jawa Timur, Pertamina mencatat kebutuhan LPG sektor rumah tangga naik dari rata-rata 4.050 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal menjadi 4.200 MT periode 27 Maret-3 April 2020 atau setelah penyebaran penyakit covid-19.
Sedangkan Bali, mencatat peningkatan kebutuhan LPG sektor rumah tangga sebesar 8 persen dari rata-rata 68 MT pada kondisi normal menjadi 740 MT pada periode yang sama.
"Pantauan kami, kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga sejalan dengan anjuran pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(bir/agt)