Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Tengah Gerakan #DiRumahAja

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 02:04 WIB
Pertamina menambah 1 juta pasokan tabung gas elpiji 3 Kg karena kebutuhan rumah tangga meningkat di tengah gerakan social distancing #DiRumahAja. Pertamina menambah 1 juta pasokan tabung gas elpiji 3 Kg karena kebutuhan rumah tangga meningkat di tengah gerakan social distancing #DiRumahAja. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) menambah pasokan elpiji di sejumlah daerah karena kebijakan social distancing, school dan work from home dampak dari pandemi virus corona. Pertamina meyakini kebutuhan gas LPG masyarakat meningkat karena meningkatnya aktivitas di rumah.

Di Bekasi, misalnya, Pertamina menambah 544 ribu tabung gas elpiji melon atau 3 Kg selama sepuluh hari bertahap sejak 1-29 April 2020. Di luar pasokan itu, perusahaan migas pelat merah ini tetap memasok 2,9 juta tabung per bulan.

"Kondisi normal, rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Bekasi mencapai 97 ribu- 99 ribu tabung gas per hari. Namun, kami mperkirakan peningkatan kebutuhan LPG, karena sebagian besar masyarakat ada di rumah, sehingga aktivitas memasak bertambah," tutur Unit Manager Communication Relations Pertamina Dewi Sri Utami, Senin (6/4).


Sementara, pasokan tambahan juga diberikan sebanyak 537 ribu tabung gas elpiji di Kabupaten Bekasi. Suplai normal harian di Kabupaten Bekasi sama seperti di Bekasi, yakni sekitar 97 ribu tabung gas atau sekitar 2,9 juta tabung gas LPG per bulan.

Secara keseluruhan, penambahan bersifat situasional di Bekasi dan Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 1 juta tabung gas LPG. Tabung gas melon ini tersedia di 2.632 pangkalan di 101 agen resmi Pertamina.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pertamina menambah pasokan 50 ribu tabung gas per hari. Total penambahan LPG 3 Kg mencapai 32 ribu tabung. "Terdapat kenaikan kebutuhan di sektor rumah tangga," katanya.

Namun, Dewi menerangkan, kebutuhan LPG subsidi untuk warung-warung usaha mikro menurun karena masyarakat banyak beraktivitas masak di rumah. Pun demikian, ia bilang perseroan akan memastikan pasokan berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan Garut.

Di wilayah Jawa Timur, Pertamina mencatat kebutuhan LPG sektor rumah tangga naik dari rata-rata 4.050 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal menjadi 4.200 MT periode 27 Maret-3 April 2020 atau setelah penyebaran penyakit covid-19.

Kenaikan LPG, kata Unit Manager Communication Relations Pertamina Rustam Aji, terjadi baik di elpiji melon, Bright Gas kemasan tabung 5,5 Kg dan 12 Kg.

Sedangkan Bali, mencatat peningkatan kebutuhan LPG sektor rumah tangga sebesar 8 persen dari rata-rata 68 MT pada kondisi normal menjadi 740 MT pada periode yang sama.

"Pantauan kami, kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga sejalan dengan anjuran pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]


(bir/agt)